Jumat, 17 Maret 2023
31 C
Semarang

Serba-Serbi KKN Menganti 2 Gemakan Makanan Khas : Horog-Horog

Berita Terkait

PORTALJATENG.ID — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Menganti Dua usia melaksanakan rangakaian program kerja (Proja). Mulai dari Sosialisasi Perijinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga Gebyar Horog-Horog rampung.

Agenda KKN Menganti Dua tersebut, berjalan dari 19 Januari sampai 28 Februari 2023. Di Menganti, Horog-Horog dinilai sebagai ikon kebanggan. Sebab, makanan tambahan itu sudah hadir sejak zaman dahulu.

Hal itu, disampaikan oleh Ketua Paguyuban Horog-Horog, Kodar. Menurutnya, makanan yang terbuat dari tepung aren merupakan makanan khas Jepara. Bahkan, ia sendiri menjalani bisnis ini dari orangtuanya.

“Khususnya Menganti, ini produsen Horog-Horog terbesar di Jepara. Bisnis ini juga konsepnya turun menurun. Yang jelas sudah ada sebelum zaman penjajahan,” papar Kodar, Rabu (1/3/23).

Kormades KKN Menganti 2, Zakaria menemui salah satu produsen Horog-Horog

Berangkat dari hal tersebut, Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN Menganti 2, Muhammad Ghofaruddin Zakaria menginisiasi langkah agar Horog-Horog semakin gemilang.

Menurutnya, dengan sosialisasi perijinan bisnis UMKM, digital marketing, gebyar Kampung Horog-Horog, sekaligus pengukuhan Paguyuban Horog-Horog dilakukan olehnya.

Sementara itu, Kepala Desa Menganti, Ali Mansyur mengapresiasi kegiatan KKN di Desa Menganti. Ia menilai, program perijinan bisnis UMKM dan digital marketing penting di era serba teknologi.

“Dari sudut pandang hukum, perijinan sangat important. Ini pondasi dalam menjalankan usaha. Bahkan, era serba teknologi menuntut pebisnis untuk lebih kreatif dalam promosi. Ini relevan dengan kebutuhan pebisnis,” ujar Ali.

Kemudian, Gebyar Horog-Horog dan pengukuhan Paguyuban, ia menjelaskan, selain mempopulerkan budaya mengkonsumsi Horog-Horog, juga semakin merekatkan barisan produsen.

“Sebetulnya, Horog-Horog bukan terobosan baru. Ini sudah menjadi ikon Desa Menganti juga Jepara sedari dulu. Semoga, dengan pengukuhan Paguyuban semakin kompak dalam melestarikan makanan khas ini,” tegas dia.

Kiri : Kormades KKN Menganti 2, Zakaria. Ketua Paguyuban, Kodar. Petinggi Desa Menganti, Ali Mansyur. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Andang Wahyu Triyanto.

Di lain sisi, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dari fraksi PDI Perjuangan, Andang Wahyu Triyanto mengatakan, sebagai mahasiswa memang harus terjun ke masyarakat.

“Menjadi agent of change, mesti diawali di tingkat yang lebih kecil terlebih dahulu, seperti Desa misalnya. Ini salah satu langkah perubahan untuk mencapai desa yang adil, makmur dan sentosa,” terang Andang.

Sebagai informasi, KKN Menganti 2 dilakukan oleh 15 mahasiswa R2 (Ekstensi). Gebyar Horog-Horog KKN Menganti 2 turut berkolaborasi dengan Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Menganti, Eni Nur Lailiyah. (PJ5)

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru