Menu ✖

Mode Gelap

Wayang Ditakuti Siswa SD, Joglo Langgar Srimuji Beri Edukasi

15 Mar 2023 · 14:49 WIB ·


					Wayang Ditakuti Siswa SD, Joglo Langgar Srimuji Beri Edukasi Perbesar

PORTALJATENG.ID — Kesenian Wayang hingga alat musik Gamelan, seyogyanya diperkenalkan kepada siswa taraf Sekolah Dasar (SD). Alasannya, mayoritas anak didik belum pernah melangsungkan secara empiris. Bahkan, terdapat siswa yang takut dengan Wayang.

Banyaknya siswa SD yang belum pernah dikenalkan Wayang, bahkan takut saat melihatnya, menjadikan Budayawan, Robbi Shani prihatin. Sebab, Wayang bagi dia merupakan tradisi atau budaya Jawa.

“Menjaga dan melestarikan tradisi, khususnya di bidang kesenian merupakan bagian yang terhitung penting. Masyarakatnya sendirilah yang memiliki tugas mengemban amanat itu, termasuk saya,” papar Robbi kepada Portal Jateng, Rabu (15/3/23).

Bertempat di Joglo Langgar Srimuji, Kecamatan Tahunan, ia menyampaikan keresahannya ihwal anak-anak yang asing dengan budaya Jawanya. Seolah kesenian Jawa tergadaikan dengan modernitas.

“Tidak memungkiri bahwa sekarang sudah eranya globalisasi. Hanya saja, tolong lah budaya sendiri turut diperhatikan. Modern boleh, tapi ojo lali karo jawane,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, SD Semai berkunjung dan belajar Wayang dan Gamelan. Siswa-siswi dikenalkan bentuknya, merasakan secara indrawi, serta mencobanya untuk memainkannya.

Kedatangan anak SD tersebut, salah satu guru dari SD Semai Tahunan, Indah menjelaskan, supaya anak-anak mengetahui tradisi kesenian Jawa. Menurutnya, mesti diturunkan agar Wayang dan Gamelan tetap lestari.

“Kami datang bersama 60 murid dari siswa SD Semai Tahunan, belajar tadisi kesenian Jawa. Agar tidak hilang dan punah. Ini mengkhawatirkan,” terang Indah.

Menurutnya, anak-anak terlihat bahagia saat belajar. Dengan memegang wayang tokoh Pandhawa Lima, Punakawan, hingga beberapa pasukan kera putih Hanoman.

“Terus terang mencari tempat seperti ini sangat sulit, saya dapat dari temannya suami. Alhamdulillah dapat, acara lancar, dan anak-anak suka karena dijelaskan secara jenaka oleh Pak Robbi dan Kak Sugie – Putu Langgar,” pungkasnya. (PJ5)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Face Recognition KAI Daop 4 Semarang Tembus 945 Ribu Pelanggan

27 Juli 2026 - 12:55 WIB

Face Recognition KAI Daop 4 Semarang Tembus 945 Ribu Pelanggan

LDII Jateng Gelar Bedah Buku, Wamen Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak: Pintu Dialog Rawat Keberagaman dan Persatuan

18 Juli 2026 - 20:58 WIB

LDII Jateng Gelar Bedah Buku, Wamen Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak: Pintu Dialog Rawat Keberagaman dan Persatuan

Dosen STIKES Semarang Berikan Sosialisasi Bahaya Bullying di MPLS PKBM Shirothol Mustaqim

15 Juli 2026 - 18:11 WIB

Dosen STIKES Semarang Berikan Sosialisasi Bahaya Bullying di MPLS PKBM Shirothol Mustaqim

Libur Sekolah 2026, KAI Daop 4 Semarang Layani 1,09 Juta Penumpang, Stasiun Tawang Tertinggi

13 Juli 2026 - 16:53 WIB

Penumpang KAI Daop 4 Semarang libur sekolah 2026

LDII Kota Semarang Perkuat Pembinaan Generasi Profesional, Nasionalis dan Religius Melalui CAI ke-47

5 Juli 2026 - 16:54 WIB

LDII Kota Semarang Perkuat Pembinaan Generasi Profesional, Nasionalis dan Religius Melalui CAI ke-47

Lewat Trade Expo Indonesia 2026, Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jateng Perluas Pasar Ekspor Global

30 Juni 2026 - 19:39 WIB

Lewat Trade Expo Indonesia 2026, Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jateng Perluas Pasar Ekspor Global
Trending di News

Tinggalkan Komentar