Menu ✖

Mode Gelap

Pasca Idul Fitri, Inflasi Jawa Tengah hanya Turun Tipis

16 Jun 2023 · 06:47 WIB ·


					Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra dalam acara Media Briefing Siang Hari bersama awak media. Perbesar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra dalam acara Media Briefing Siang Hari bersama awak media.

Semarang – Pasca Lebaran tahun ini, inflasi Jawa Tengah bulan Mei hanya sedikit mengalami penurunan. Bila bulan sebelumnya angka inflasi mencapai 0,28%, bulan Mei hanya turun tipis menjadi 0,22%. Namun angka inflasi ini masih lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 0,09%.

“Penurunan inflasi tersebut terutama berlangsung seiring dengan berlalunya periode festive season Idul Fitri 1444 H,” ungkap Kepala Kpw. Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra, dalam acara Media Briefing “Angkringan di Siang Hari, Perkembangan dan Update Indormasi Ekonomi Regional Jateng” di kantor BI Jateng Kamis, (16/7/23).

Rahmat menjelaskan, Kelompok Transportasi menjadi sumber penurunan inflasi. Pasca festive season Idul Fitri 1444 H, dimana tarif beberapa moda transportasi umum mengalami penurun seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca mudik lebaran.

“Sementara itu, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau justru mengalami peningkatan inflasi. Harga sejumlah komoditas pangan setelah Lebaran tercatat masih meningkat, Beberapa diantaranya yaitu telur dan daging ayam ras yang meningkat seiring dengan harga jagung yang tinggi,” papar Rahmat.

Namun Rahmat optimis, angka inflasi Jawa Tengah sampai akhir tahun nanti diperkirakan akan sesuai target 3,0±1%. “Akumulasi inflasi Jawa Tengah Januari hingga Mei tahun ini baru mencapai 1,30%. Sehingga besar kemungkinan angka inflasi tahun ini bisa mencapai 3%,” katanya.

Adapun untuk menjaga inflasi kembali berada pada rentang target, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah dalam Forum TPID Provinsi Jawa Tengah, dengan menyusun berbagai program pengendalian inflasi.

“Program pengendalian inflasi tersebut diarahkan kepada pengelolaan ekspektasi masyarakat yang selanjutnya menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi di tengah proses pemulihan perekonomian pada tahun 2023,” tandas Rahmat.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

Dari Peringkat Lima ke Dua, Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim

16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Dari Peringkat Lima ke Dua, Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim

Nawal Yasin Dorong Anak Muda Terjun ke Industri Batik Pekalongan

16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Nawal Yasin Dorong Anak Muda Terjun ke Industri Batik Pekalongan

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan

15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan

OJK Restui Merger BPR Mulyo Lumintu ke Danarakyat Sentosa

15 Oktober 2026 - 18:19 WIB

OJK menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Mulyo Lumintu ke dalam PT BPR Danarakyat Sentosa yang berkedudukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Lindungi Petani hingga Pengajar Keagamaan, Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026

15 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Lindungi Petani hingga Pengajar Keagamaan, Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar