Selasa, 4 Juni 2024
31 C
Semarang

Lazis Al-Ihsan Jateng Gelar Prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an untuk 75 Santri Binaan

Berita Terkait

PORTALJATENG.ID – Lembaga Amil Zakat (Lazis) Al-Ihsan Jawa Tengah (Jateng) menggelar prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an untuk sebanyak 75 santri dari lima Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) binaan yang ada di Jateng.

Prosesi wisuda berlangsung di Pondok Pesantren Ihsanul Qur’an, Mranggen, Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (11/8/2023). 75 santri yang diwisuda tersebut didampingi oleh orang tuanya.

75 santri tersebut berasal dari LKSA Ihsanul Quran Kota Semarang, LKSA Al Ihsan Temanggung, LKSA Al Ihsan Kebumen, LKSA Insan Sakinah Solo, LKSA Izzatul Ihsan Magelang. Lima LKSA ini merupakan binaan Lazis Jateng.

Direktur Program Lazis Al-Ihsan Jateng, Bagas Leksono mengatakan, agenda ini menjadi bagian dari Milad Lazis Jateng ke 16 bertema “Wonderfull Muharram”. Agenda ini menghadirkan lima LKSA binaan dari Lazis Al-Ihsan Jateng.

“Yang diwisuda hari ini 75 santri dari LKSA Ihsanul Quran Semarang, Al Ihsan Temanggung, Al Ihsan Kebumen, Insan Sakinah Solo, Izzatul Ihsan Magelang,” ujarnya di Ponpes Ihsanul Quran Semarang, Jumat (12/8/2023).

Bagas Laksono mengatakan, seluruh santri yang mengikuti Wisuda Tahfidz ini tidak semuanya hafal 30 juz. Namun ada pula yang hafal sejumlah juz dalam Al-Qur’an.

“masing-masing santri tidak semuanya 30 juz. Tadi yang sudah mencapai 30 juz ada 4 santri. Sisanya ada yang 5, ada 10, ada 15, ada 20 juz, yang 30 juz dapat penghargaan apresiasi beasiswa mereka mendapatkan domba,” imbuh Bagas Laksono.

Ia mengatakan, program tahfidz menjadi salah satu program yang dimiliki oleh LKSA binaan Lazis Al-Ihsan Jateng. Tujuannya selain belajar di jenjang formal SMP dan SMA, santri juga dibekali dengan ilmu agama.

“Program pendidikan kita support 5 LKSA yang beroperasi di 5 daerah tadi. Karena basic LKSA kami selain belajar pendidikan formal maupun non formal tapijuga ada basic pendidikan pesantren,” ucap Bagas.

Menurutnya, mempelajari Al-Qur’an ialah hal penting karena kitab suci tersebut merupakan petunjuk umat Islam. Pihaknya pun berharap para santri yang diwisuda dapat mengaplikasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah nanti hafal Quran bisa menjadi generasi yang ber-ahlakul marilah, baik dan senantiasa menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman dan pegadangan hidup,” ungkap Bagas.

Sementara itu, Nur Alimah salah satu wali santri dari Kabupaten Batang turut hadir mendampingi anaknya yang diwisuda. Ia memiliki dua anak yang belajar di LKSA Ihsanul Qur’an Kota Semarang.

Ia merasa bangga karena kedua anaknya mampu menghafalkan 30 juz. Nur Alimah juga bersyukur bahwa kedua anaknya yang berumur 15 tahun dan 18 tahun mendapat banyak pembelajaran di pesantren.

“Alhamdulillah tadi dapat apresiasi dari Pondok Pesantren, dapat beasiswa dan 1 ekor domba karena kebetulan anak saya Alhamdulillah tahun ini bisa wisuda sekaligus menghatamkan 30 juz,” ucapnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru