Kamis, 30 Mei 2024
28 C
Semarang

Lazis Jateng Bantu Salurkan Air Bersih Atasi Kekeringan di Kabupaten Semarang

Berita Terkait

PORTALJATENG.ID – Memasuki puncak musim kemarau, persoalan kekeringan dan krisis air bersih masih melanda sejumlah titik di Kabupaten Semarang, tidak terkecuali di Dusun Geyongan, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen.

Berdasarkan pengakuan warga setempat, dampak kekeringan sudah dirasakan sejak empat bulan lalu setelah. Sebanyak 100 KK dari 4 RT di Dusun Geyongan harus berjuang untuk mendapatkan air bersih.

Melihat kondisi ini, Lembaga Amil Zakat Al Ihsan (Lazis) Jawa Tengah (Jateng) tidak tinggal diam. Lazis Jateng membantu kebutuhan warga di dusun tersebut dengan mendistribusikan air bersih.

Pada hari Jumat (8/9/2023), sebanyak dua tangki air disalurkan kepada empat penampungan di 4 RT di Dusun Geyongan. Hal tersebut guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Aksi sosial ini bukanlah yang pertama. Beberapa waktu lalu, Lazis Jateng juga mendistribuskan air bersih di wilayah Dusun Kropoh, Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

“Waktu itu sebanyak dua tangki disalurkan untuk membantu 152 KK yang mengalami krisis air bersih,” ujar Tim program dari Lazis Jateng, Imam Fauzi.

Menurutnya, pendistribusian air bersih tidak berhenti di Dusun Geyongan. Selepas ini, Lazis Jateng berencana menyalurkan air bersih di wilayah Kecamatan Susukan dan sekitarnya.

“Lazis Jateng masih terus melakukan aksi distribusi air bersih, sebab sejauh ini masih ada pengajuan yang masuk ke call center kami,” ungkap Imam Fauzi.

Sementara Ketua RT 4 Dusun Geyongan, Desa Kandangan, Taslim menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Lazis Jateng. Ini sangat membantu kebutuhan warga.

“Terima kasih Lazis Jateng atas bantuan air bersihnya, sangat bermanfaat untuk warga kami. Semoga sukses terus donatur Lazis Jateng”, ungkap haru Taslim.

Sedangkan Mariyati, warga Dusun Geyongan mengaku, bantuan air bersih terakhir didapatkan tiga hari lalu dan sudah habis. Sehingga warga harus membeli air untuk mencukupi kebutuhannya.

“Kalau untuk kebutuhan mencuci lebih baik di sungai, supaya hemat airnya, walaupun harus jalan selama 1.5 jam,” ungkap Mariyati, warga setempat. (PJ07)

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru