Senin, 27 Mei 2024
27 C
Semarang

Pemkab Rembang Mulai Pangkas Pohon Pinggir Jalan untuk Antisipasi Pohon Tumbang

Berita Terkait

REMBANG – Untuk mengantisipasi pohon tumbang di musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang melakukan pemangkasan bagian pohon yang dianggap berbahaya, di sepanjang Jalan Gajah dan di Jalan Pemuda. Khususnya, yang dekat dengan jaringan listrik, sehingga harus segera dipangkas.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Rembang, Taufik Darmawan mengatakan, pohon palem ini masuk dalam kategori pengawasan khusus. Pohon-pohon ini usianya sudah tua dan sebagian mengalami batang keropos.

“Kalau roboh menimpa kabel atau menghalangi ruas jalan, apalagi kena ke pengguna jalan, tentu sangat beresiko tinggi. Makanya kita prioritaskan, benar-benar kami pantau yang pohon palem, jumlahnya masih puluhan titik. Kita koordinasi dengan PLN, terkait rabas-rabas pohon, karena jalur hijau kita rata-rata berada di jalur listrik,” jelas Taufik, saat ditemui di kantornya, Senin (27/11/2023).

Disampaikan, saat ini timnya secara bertahap sudah menebang pohon palem yang kondisinya sudah membahayakan.

“Sedikit demi sedikit kita kurangi, belum bisa dalam jumlah besar. Yang prioritas kondisinya parah, kita tebang terlebih dulu,” ungkapnya.

Taufik menambahkan, apabila masyarakat ada keluhan seputar pohon yang membahayakan bisa melapor ke nomor WhatsApp ke 081 390 536 868. Selain itu, khusus pengajuan warga tentang penebangan pohon untuk kepentingan usaha, melalui surat tertulis. Pihaknya akan melakukan survei apakah layak untuk ditebang atau tidak.

“Paling dari sekian banyak surat pengajuan yang masuk (untuk penebangan pohon kepentingan pembukaan usaha), hanya sekitar 20 persen yang kita setujui. Tidak semua permintaan kami kabulkan, kita cukup ketat kalau hal ini,” terangnya.

Ditegaskan, penghijauan di kawasan dalam kota menjadi tanggung jawab semua pihak untuk ikut menjaga. Baginya, satu pohon sangat berarti.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru