Minggu, 21 Juli 2024
33 C
Semarang

BI Jateng Luncurkan Eduwisata Rupiah di Kawasan Candi Borobudur

Berita Terkait


 
MAGELANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Tengah melalui kolaborasi kegiatan pariwisata dengan program Eduwisata Rupiah.

Program tersebut menggabungkan konsep edukasi tentang Rupiah dengan Pariwisata Borobudur yang merupakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra mengatakan, program edukasi Rupiah dilakukan melalui peningkatan pemahaman pembayaran nontunai melalui QRIS dan program Cinta Bangga Paham Rupiah pada beberapa lokasi di wilayah Borobudur.

“Selain bertujuan menanamkan rasa cinta, bangga dan paham Rupiah secara lebih luas, termasuk penggunaan pembayaran non tunai,  program eduwisata ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan  pariwisata di Jawa Tengah,” kata Rahmat saat meluncurkan program eduwisata Rupiah pada 6 Desember 2023 di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Borobudur, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan bank umum untuk meningkatkan pemahaman Rupiah di masyarakat, melalui berbagai upaya, yaitu edukasi CBP Rupiah kepada nasabah bank, dan berbagai program lainnya, termasuk praktik scan QRIS kepada para pekerja di Jawa Tengah.

Sinergi yang telah terjalin tersebut diharapkan akan semakin kuat di tahun 2024, termasuk untuk perluasan volume penggunaan QRIS di tahun 2024. Untuk itu sinergi dengan bank Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) QRIS semakin diperlukan dalam menumbuhkan kebiasaan digital di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, digelar pula rangkaian kegiatan Eduwisata Rupiah, diantaranya sosialisasi kepada pelaku usaha pariwisata di Wilayah Candi Borobudur. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai uang Rupiah dalam implementasi di kehidupan sehari-hari sehingga dapat dengan mudah disebarluaskan kepada lingkungan sekitar.

Program eduwisata juga dilakukan melalui kerjasama dengan pelaku wisata untuk memasang stiker pada mobil-mobil wisata yang berisi pesan edukasi Rupiah. Upaya lain juga dilakukan melalui pemanfaatan ruangan yang dilengkapi dengan alat peraga pendukung edukasi Rupiah sebagai ruang eksplorasi untuk belajar dan menambah pengetahuan tentang Rupiah.

“Kegiatan- kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah nilai dan mendukung kegiatan pariwisata di Borobudur melalui penyaluran informasi terkini dan berkualitas, terutama informasi tentang uang Rupiah baik tunai maupun non tunai,” pungkasnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru