Sabtu, 1 Juni 2024
30 C
Semarang

Bandara Ahmad Yani Semarang Mulai Kelola Sampah dengan Budidaya Maggot

Berita Terkait

SEMARANG – PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menggandeng Pegiat Magot Puhon Indonesia Lestari untuk pengembangan pengelolaan sampah dengan budidaya magot.

Hal ini ditandai dengan pemberian bantuan CSR kepada Puhon Indonesia Lestari  untuk lebih mengembangkan teknologi pengelolaan sampah dengan budidaya magot sebagai pengurai sampah organik.

Bantuan diserahterimakan secara simbolis di Kantor Administrasi Jenderal Ahmad Yani Semarang oleh General Manager Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang Fajar Purwawidada kepada Penanggung Jawab Puhon Indonesia Lestari dengan  nilai sebesar Rp.111.750.000,- yang akan digunakan penyediaan peralatan budidaya magot, alat pengolah sampah dan alat transportasi  pengambilan sampah di Bandara.

Puhon Indonesia Lestari merupakan masyarakat pegiat magot dimana mereka telah mengelola sampah organik menggunakan magot yang dapat dipergunakan untuk pakan ikan dan unggas.

Pengolahan sampah dengan budidaya magot  ini dapat mengurangi sampah  organik yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), prosesnya yaitu melalui pembiakan lalat  Black Soldier Fly (BSF) dimana telurnya dapat menghasilkan magot (belatung) untuk mengurai sampah organik, selanjutnya magot ini dapat dipergunakan untuk pakan ternak unggas, ikan dan lainnya yang menghasilkan nilai. Sedangkan bekas pembiakannya yaitu kasgot dapat dipergunakan sebagai pupuk .

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada menyampaikan, saat ini sangat diperlukan penanganan serius terhadap sampah agar tidak berdampak buruk pada lingkungan.

“Pemberian bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) harapan kedepannya kepada Puhon Indonesia Lestari dapat mengajak masyarakat lain untuk dapat  mengelola sampah dengan baik dengan memilah sampah sampah organik dan non organik sehingga bisa menghasilkan nilai dan mengurangi sampah yang di kirim ke Tempat Pembuangan Sampah akhir TPA,” Ujar Fajar.

Adapun saat ini pengelolaan sampah di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang saat ini dengan nilai residu buangan 50 %, saat ini pun sudah menerapkan pengelolaan sampah dengan budaya magot sebagai pengurai sampah organik. Sedangkan sampah non organik yang mempunyai nilai ekonomis dijual yang hasilnya yang dipakai untuk pembiayaan  operasional TPS di Bandara.

Sebagai tambahan informasi, saat ini PT Angkasa Pura I Cabang Jenderal Ahmad Yani Semarang terus menerapkan konsep Eco Airport dan Green Airport  dengan melakukan kegiatan berupa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), penggunaan lampu hemat energi, pengelolaan sampah dan limbah  serta melakukan penghijauan penanaman 1000 pohon  di sekitar Bandara.

Melalui konsep eco airport, diharapkan operasional bandara dapat meminimalisir dampak polusi, diantaranya polusi kebisingan (noise), getaran (vibration), udara (atmosphere), air (water), tanah (soil), sampah (solid waste), dan energi.*

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru