Rabu, 22 Mei 2024
33 C
Semarang

CEO Rumah Zakat Tinjau Banjir di Demak, Salurkan Bantuan di Lokasi Pengungsian

Berita Terkait

DEMAK – Banjir yang melanda sebagian wilayah di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, hingga Rabu (13/2/2024), belum sepenuhnya surut. Air merendam ratusan rumah dan ribuan warga yang terdampak masih mengungsi di tempat yang aman.

Melihat kondisi ini, CEO Rumah Zakat, Irvan Nugroho terjun langsung mengecek lokasi pengungsian dan dapur umum pada Rabu (13/2/2024). Dia meninjau tiga posko bencana yang sebelumnya didirikan relawan Rumah Zakat sejak hari Jumat (9/2/2024).

Lokasi pertama yaitu Pos Rumah Zakat dan dapur umum di RT 05 RW 01 Desa Sambung, Kecamatan Gajah. Di sana dia mengecek stok dan kebutuhan makanan. Irvan juga sempat berdialog santai dengan ibu-ibu yang menyediakan makanan untuk korban banjir.

Selanjutnya CEO Rumah Zakat itu mengunjungi lokasi pengungsian di Masjid Jami’ Baitul Aziz RT 04 RW 02 Desa Ngemplik Wetan Kecamatan Karanganyar. Untuk sampai lokasi pos pengungsian, dia harus berjalan kaki karena air masih merendam permukiman warga.

Kemudian lokasi ketiga yang dikunjungi yaitu pos pengungsian di Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar. Bersama para relawan dari Rumah Zakat Action, Irvan membagikan bantuan makanan nasi bungkus untuk warga di tiga lokasi yang dikunjungi tersebut.

Dia mengatakan, relawan Rumah Zakat sudah hadir membantu warga yang terdampak satu hari pasca banjir. Berbagai bantuan diberikan, mulai dari membantu evakuasi, mendirikan pos, membuka dapur umum, serta membagikan makanan, dan obat-obatan.

“Sejak hari kedua kita menerjunkan relawan, kita mendiikan pos dan membuka layanan dapur umur, kita juga membagikan hygiene kit dan juga paket obat-obatan. Selain itu kita mendistribusikan superqurban dan di awal kita juga melakukan evakuasi,” katanya di Desa Cangkring, Demak.

Irvan berharap banjir yang masih merendam ratusan rumah warga ini bisa segera surut. Dia juga berharap agar para warga yang mengungsi di tempat pengungsian seperti masjid, musala, dan balai desa, bisa segera kembali ke rumah masing-masing.

“Kami juga berharap dukungan dari sahabat semuanya, mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan mudah-mudahan relawan yang selama ini membantu warga diberikan kesehatan,” ungkap dia.

Aksi Kemanusiaan

Irvan mengatakan, selain mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk disalurkan kepada masyarakat, Rumah Zakat juga aktif dalam aksi kemanusiaan dengan merespon kejadian bencana. Aktivitas relawan kebencanaan ini diwadahi dalam Rumah Zakat Action.

“Rumah Zakat juga aktif merespon kebencanaan. Dan ini bentuk dari implementasi Rumah Zakat sebagai lembaga yang juga peduli kepada kemanusiaan. Kami mempunyai unit kemanusiaan yang disebut sebagai Rumah Zakat Action. Tim inilah yang melakukan kegiatan respon mulai dari tanggap darurat dan masa revorcery,” beber dia.

Sejak hari kedua banjir hingga hari ini, relawan Rumah Zakat masih melakukan berbagai kegiatan tanggap darurat. Menurutnya, apa yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama manusia.

“Hari ini masih kegiatan tanggap darurat, makanya kita memberikan bantuan makanan bagi warga yang mengungsi, memberikan bantuan keperluan obat-obatan, air bersih. Insyaallah setelah surut ada kegiatan lagi untuk masyarakat,” ungkap Irvan.

Setiap harinya relawan Rumah Zakat akan terus melakukan aksi kemanusiaan ini sebelum banjir benar-benar surut. Lebih jauh pihaknya mengajak masyarakat luas untuk ikut berkolaborasi membantu warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak.

“Mohon dukungan dan kolaborasi kepada semua pihak agar warga dapat tertangani dan mudah-mudahan semua sehat. Aksi-aksi setiap hari terus kami lakukan meskipun keterbatas SDM relawan, kami kelola dengan baik secara bergantian, mudah-mudahan bisa membantu bersama elemen lain,” pungkasnya.

Banjir Belum Surut

Sementara itu, Kasi Pelayanan Desa Ngemplik Wetan, Abdul Malik mengatakan, sejak hari Kamis (8/2/2024) hingga hari ini Rabu (13/1/2024), banjir di desanya tak kunjung surut. Semua warga di desanya yang berjumlah sekitar 850 orang terdampak banjir.

“Semuanya terdampak, semuanya tanpa terkecuali, walaupun untuk kedalamannya bervariasi, ada yang sekitar 1 meter, setengah sentimeter, dan 8 sentimeter. Jumlah keseluruhan sekitar 850-an yang terdampak banjir semua,” katanya saat ditemui di lokasi.

Dia berkata, hampir semua warga di desanya mengungsi di lokasi pengungsian. Ada juga yang bertahan dengan keterbatasan. Ada pula yang mengungsi di kerabat atau saudara di daerah lain.

“Kalau memungkinkan bertahan, bertahan, yang penting gak kena kebanjiran, makan seadanya, tidur tanpa listrik, tanpa lampu, obat nyamuk, terbatas. Ada yang memilih mengungsi di posko. Kalau mereka punya sanak saudara memilih di sana luar daerah,” ujar Abdul Malik.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa untuk kebutuhan konsumsi tercukupi. Hanya saja masalah air bersih masih menjadi kendala. Pihaknya juga merasa terbantu dengan adanya bantuan dari Rumah Zakat maupun pihak-pihak lainnya.

“Alhamdulilah tercukupi dari segi makan dan minum, cuma ir bersih kendalanya. Tentu sangat terbantu dari Rumah Zakat, terutama dari segi konsumsi hariannya, bantuan air mineral, dan sebagainya, sangat terbantu sekali,” tandas Abdul Malik.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru