Jumat, 24 Mei 2024
28 C
Semarang

Jelang Ramadhan, TPID Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak 

Berita Terkait


PORTALJATENG.ID, Semarang – Sebagai respon atas naiknya harga bahan pangan, terutama beras menjelang Ramadan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak pada 8 Maret 2024.

TPID yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Batang, Kabupaten Banyumas dan Kota Cilacap. Beras yang dipasok dalam GPM serentak ini, pmencapai 24 ton. Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut kesepakatan High Level Meeting TPID pada 6 Maret lalu.
 
Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menjelaskan, GPM di kota Semarang berlangsung di kantor Kecamatan Gayamsari pada Jumat (8/3/2024). Sebanyak 8 ton beras, baik SPHP maupun kmersil, dijual dengan harga terjangkau. Dijual pula bahan pangan lain jseperti telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, tepung, daging ayam, aneka daging sapi, aneka ikan frozen, dan sayuran.

“Dalam GPM ini harga bahan pangan sangat murah. Untuk beras berkisar antara Rp10.400-Rp13.000/kg, telur ayam ras Rp28.000/kg, bawang merah Rp28.000/kg, bawang putih Rp38.000/kg dan minyak goreng Rp14.000/liter,” tutur Rahmat.
 
Menurutnya, GPM yang disambut antusias oleh masyarakat ini, merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan swasta dalam pengendalian inflasi.

Dalam kesempatan itu, masyarakat yang hadir juga memperoleh edukasi sekaligus pengalaman bertransaksi secara digital melalui program “Cukup Scan QRIS 5.000,- Dapatkan Pedasnya Cabai”. Masyarakat juga dapat melakukan penukaran uang rupiah melalui Kas Keliling Bank Indonesia.
 

GPM serentak juga akan dilaksanakan pada 15 Maret dan 2 April 2024. Gerakan yang diselenggarakan secara masif ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idulfitri dengan harga yang terjangkau.

“Melalui upaya ini jugaa diharapkan inflasi di Jawa Tengah dapat semakin terkendali dan berada dalam kisaran 2,5%±1% pada 2024,” kata Rahmat Dwisaputra.
 

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru