Kamis, 12 Februari 2026
29 C
Semarang

Ditengah Gejolak Dinamika Dalam Negeri, IHSG Cetak Rekor Baru di Agustus 2025

Berita Terkait

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi baru di bulan Agustus 2025. Meskipun dalam sepekan terakhir terjadi dinamika dalam negeri, dampaknya terhadap volatilitas pasar saham terbilang minim.

IHSG ditutup di level 7.830,49 atau naik 4,63 persen secara bulanan (month-to-date/mtd) dan 10,60 persen sejak awal tahun (year-to-date/ytd). Bahkan, pada 28 Agustus 2025, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di angka 8.022,76. Nilai kapitalisasi pasar saat itu juga mencatat rekor baru sebesar Rp14.377 triliun. Hingga akhir bulan, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.182 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, kinerja pasar saham masih menunjukkan tren positif.

“Kinerja pasar modal selama Agustus didorong oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan ekspektasi penguatan pasar global,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus 2025 yang digelar secara daring pada Kamis (4/9).

Sebagian besar sektor saham mencatat kenaikan. Sektor industri menjadi yang paling kuat sepanjang bulan.

Likuiditas transaksi juga terus membaik. Rata-rata nilai transaksi harian di pasar saham sepanjang 2025 (ytd) mencapai Rp14,32 triliun. Angka ini naik dari Rp13,42 triliun di akhir Juli dan lebih tinggi dari rerata tahun 2024 yang sebesar Rp12,85 triliun. Secara tahunan, meningkat 11,42 persen.

Minat investor asing juga mulai pulih. Setelah mencatat net sell selama dua bulan sebelumnya, pada Agustus tercatat arus dana masuk sebesar Rp10,96 triliun.

“Meskipun secara tahunan masih ada net sell Rp50,95 triliun, kembalinya aliran dana asing menjadi sinyal positif kepercayaan investor global terhadap Indonesia,” ujarnya.

Pasar obligasi juga menunjukkan penguatan. Indeks ICBI naik 1,62 persen secara bulanan atau 8,40 persen secara tahunan ke level 425,63. Rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) turun 16,95 basis poin (bps) pada Agustus dan turun 58,05 bps sepanjang tahun.

Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp18,14 triliun di pasar SBN selama Agustus. Total net buy sepanjang tahun mencapai Rp77,21 triliun. Sementara itu, di pasar obligasi korporasi, investor asing mencatat net sell Rp0,07 triliun secara bulanan dan Rp1,15 triliun secara tahunan.

Di industri pengelolaan investasi, nilai dana kelolaan (AUM) mencapai Rp885,95 triliun per 29 Agustus 2025. Angka ini naik 3,42 persen secara bulanan dan 5,80 persen sejak awal tahun. Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana juga naik menjadi Rp550,43 triliun, tumbuh 4,54 persen mtd dan 10,25 persen ytd. Tercatat net subscription sebesar Rp12,14 triliun selama Agustus dan total Rp24,54 triliun sepanjang tahun.

Jumlah investor pasar modal terus bertambah. Hingga akhir Agustus, jumlah investor mencapai 18,02 juta. Naik 3,15 juta atau 21,18 persen dibanding akhir tahun lalu.

Penghimpunan dana melalui pasar modal juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga Agustus, total nilai penawaran umum mencapai Rp167,92 triliun. Sebanyak Rp8,49 triliun berasal dari 16 emiten baru. Saat ini masih ada 21 pipeline penawaran umum dengan nilai indikatif Rp19,07 triliun.

Sementara itu, penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) juga terus tumbuh. Sepanjang Agustus, terdapat 23 efek baru dengan nilai dana Rp50 miliar. Ada penambahan 7 penerbit baru, sehingga total penerbit efek SCF kini berjumlah 541. Sejak SCF diberlakukan hingga 28 Agustus 2025, total dana yang dihimpun mencapai Rp1,69 triliun dari 899 penerbitan. Jumlah pemodal mencapai 186.372 orang.

“Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia terus menunjukkan daya tahan dan daya tarik yang kuat, baik bagi investor domestik maupun asing,” tandas Inarno.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru