Minggu, 10 Mei 2026
28.8 C
Semarang

Pascabencana Jepara: 11.344 Jiwa Terdampak Longsor & Banjir, Akses Jalan Mulai Dipulihkan

"Longsor Terisolirkan Satu Desa, Banjir Rendam Ratusan Hektar Sawah"

Berita Terkait

JEPARA – Rangkaian bencana tanah longsor dan banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Jepara sejak 9 Januari lalu telah berdampak pada 11.344 jiwa. Berdasarkan laporan posko hingga Sabtu (17/01/2026) sore, akses jalan yang semula terputus mulai dipulihkan dan jaringan listrik serta komunikasi telah berfungsi kembali.

Skala Dampak dan Wilayah Terparah

Bencana yang dipicu hujan intensitas tinggi dan angin kencang ini menimbulkan kerusakan signifikan. Untuk tanah longsor di Kecamatan Keling, tercatat 23 titik longsor yang merusak 6 rumah dan 2 bangunan lain, serta mengakibatkan satu desa terisolir.

Sementara banjir yang melanda 6 kecamatan merendam 13 desa, menggenangi 922,5 hektar sawah, dan memaksa 30 jiwa mengungsi. Total warga terdampak dari kedua bencana mencapai 4.190 KK atau 11.344 jiwa.

Upaya penanganan darurat digelar cepat dengan kolaborasi Pemprov Jateng dan Pemkab Jepara. Sebanyak 8 unit alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan dan membersihkan material longsor.

“Kami fokuskan pada pemulihan akses mobilitas dan layanan dasar. Saat ini, akses jalan menuju wilayah terdampak longsor seperti Dukuh Kajang sudah bisa dilalui roda empat. Listrik dan internet juga sudah menyala,” jelas Budiono, Kepala SAR Semarang, yang terlibat dalam operasi penanganan.

Upaya lainnya meliputi pendirian posko dan dapur umum, pendataan warga terdampak, penanganan kesehatan oleh tim RSUD RAA dan Dinkes Jepara, serta distribusi alat kebersihan. Untuk banjir, dilakukan pembersihan eceng gondok yang menghambat aliran sungai.

Cuaca Ekstrem dan Runtuhan Batu Jadi Kendala Utama

Meski progres pemulihan berjalan, tim di lapangan masih menghadapi kendala. Kondisi cuaca ekstrem yang belum stabil berpotensi memicu longsor susulan. “Material batu yang masih berpotensi runtuh di lereng menjadi tantangan bagi keselamatan tim dan percepatan pembersihan,” tambah Budiono.

Kebutuhan utama saat ini adalah logistik pangan dan non-pangan untuk mendukung warga terdampak yang masih membutuhkan bantuan.

Pusdalops PB BPBD Provinsi Jawa Tengah terus memantau perkembangan dan mengkoordinasikan bantuan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti informasi dari saluran resmi.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru