Sabtu, 14 Februari 2026
25 C
Semarang

Tanah Amblas dan Longsor Terjang Kalirejo Ungaran, Rumah Warga Terancam Ambrol

Tanah Amblas dan Longsor Terjang Kalirejo Ungaran, Rumah Warga Terancam Ambrol

Berita Terkait

UNGARAN – Bencana datang bertubi-tubi. Hujan deras berjam-jam yang mengguyur kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (12/2/2026) siang, memicu tanah amblas, banjir bandang, dan longsor di sejumlah titik. Perumahan Griya Bukit Jati Asri, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, menjadi lokasi terdampak paling parah.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat, dua di antaranya tak lagi layak huni. Material longsor yang terbawa air di kawasan Kalongan juga sempat menutup jalur alternatif menuju Mranggen, Demak.

Bencana bermula sekitar pukul 12.30 WIB, saat hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Ungaran dan sekitarnya. Air dari kawasan atas mengalir deras menuju permukiman Perumahan Griya Bukit Jati Asri.

Sayangnya, drainase di wilayah bawah tersumbat. Air meluap ke jalan dan pemukiman. Tak lama setelah hujan reda, tanah di jalan perumahan amblas, membentuk lubang menganga sepanjang 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter.Tak berhenti di situ. Talud di belakang rumah milik Sukarti (54) jebol. Teras rumahnya ambrol. Rongga besar menganga di bawah bangunan akibat terkikis air.

Saat kejadian, suami Sukarti yang sedang sakit stroke baru dievakuasi setelah tetangga memberi tahu, bahwa rumahnya ambrol.

Di lokasi yang sama, tanah di halaman rumah Sukarno juga amblas. Rumahnya mengalami retakan parah hingga pondasi tergerus. Bangunan kini menggantung dan tak layak huni.

“Saya tidak mengira jalan di depan rumah saya menjadi ambrol. Awalnya saya membantu tetangga membersihkan rumah, tahu-tahu saat pulang, rumah saya sendiri malah terancam longsor,” ujar Ny. Sukarno dengan mata berkaca-kaca.

Nasib serupa menimpa Imam (46). Pagar bumi di dekat rumahnya jebol, menyebabkan banjir bandang menerjang huniannya. Air setinggi lutut menggenangi seluruh ruangan.

“Saya taunya dari grup RT. Ada yang ngirim video, ‘lha kok rumah saya’. Lemes, kaget. Saat itu saya lagi rapat, langsung izin pulang. Sampai rumah masih banjir, dibantu bapak-bapak untuk evakuasi barang yang penting,” tutur Imam.

Semua barang di dalam rumahnya tak bisa diselamatkan. Perabotan, dokumen, dan kenangan keluarga hanyut atau rusak terendam air.

Longsor Tutup Jalan Alternatif Mranggen-Demak

Selain tanah amblas dan banjir, tebing setinggi sekitar 7 meter longsor. Material tanah menutup total jalur jalan yang selama ini menjadi alternatif menuju Mranggen, Demak. Akses warga lumpuh total di titik tersebut.

Di lokasi lain, Kalongan, Ungaran Timur, jembatan penghubung menuju Karangjati sempat terendam. Air melimpas melebihi badan jembatan, memutus akses sementara bagi warga yang hendak melintas.

Evakuasi dan Penanganan: Ekskavator Dikerahkan, Warga Dievakuasi

Personel gabungan bergerak cepat. Polres Semarang menerjunkan 61 personel, dibantu BPBD Kabupaten Semarang dan Damkar. Satu unit ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Truk Damkar menyemprot jalur untuk memastikan keamanan.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy turun langsung meninjau lokasi bersama Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Maruto.

“Kami memastikan personel memberikan jaminan kepastian keamanan warga terkait bencana ini, serta melakukan mitigasi sekitar lokasi agar tidak terjadi bencana susulan,” tegas AKBP Ratna.

BPBD Kabupaten Semarang memastikan telah melakukan penanganan cepat terhadap semua titik bencana di wilayah Ungaran. Pengalihan lalu lintas, sterilisasi lokasi, dan pendataan warga terdampak terus dilakukan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru