Jumat, 20 Februari 2026
28 C
Semarang

Polrestabes Semarang Siapkan Operasi Pekat dan Patroli Intensif Jelang Lebaran 2026

Aktivitas Malam Hari Jadi Sasaran Prioritas

Berita Terkait

SEMARANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polrestabes Semarang memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah antisipasi dini dilakukan untuk menekan potensi gangguan, mulai dari balap liar, konvoi, hingga penyalahgunaan petasan yang kerap memicu konflik selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Lebaran.

Aktivitas Malam Hari Jadi Sasaran Prioritas

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah dan ketenteraman warga selama Ramadan. Fokus pengawasan akan diarahkan pada aktivitas yang kerap muncul saat sahur, seperti sahur on the road (SOTR) dan konvoi kendaraan yang meresahkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan memanfaatkan layanan yang telah disediakan. Dengan kerja sama yang baik, suasana Ramadan hingga Idulfitri di Kota Semarang dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh ketenangan,” tegas Kombes Pol M Syahduddi dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan petasan juga akan diperketat. Hal ini merujuk pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya di mana petasan tak hanya menimbulkan gangguan suara, tetapi juga memicu tawuran antarwarga dan menyebabkan korban luka-luka, terutama saat malam takbiran.

Libas Aplikasi dan Patroli Cegah Rumah Kosong

Untuk menjamin keamanan selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri nanti, jajaran kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli, terutama di kawasan permukiman. Langkah ini untuk mengantisipasi aksi pencurian yang menyasar rumah kosong saat pemiliknya pergi untuk melaksanakan salat tarawih atau mudik ke kampung halaman.

Polrestabes Semarang juga mengaktifkan optimalisasi aplikasi Libas (Layanan Kepolisian). Masyarakat didorong untuk memanfaatkan fitur laporan darurat atau tombol SOS yang tersedia.

“Respons cepat petugas akan kami pastikan jika ada laporan masuk melalui aplikasi. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci utama,” imbuhnya.

Seluruh Kapolsek di jajaran Polrestabes Semarang juga telah mendapat instruksi untuk mengintensifkan sosialisasi dan langkah pencegahan di wilayah masing-masing. Imbauan khusus ditujukan kepada generasi muda agar mengisi bulan suci ini dengan kegiatan positif, menjauhi aktivitas yang berisiko merugikan diri sendiri dan orang lain, sehingga Lebaran dapat dirayakan dengan sukacita tanpa insiden.

Catatan Redaksi

Ramadan dan Lebaran selalu datang dengan berkah, tapi ironisnya, momen sakral ini kerap dinodai oleh ulah segelintir oknum yang justru merusak ketenangan. Sahur on the road yang katanya “tradisi” seringkali berujung pada arogansi jalanan, sementara petasan yang seharusnya menjadi ekspresi kegembiraan menyambut Idulfitri malah menjelma alat teror suara dan pemicu luka.

Langkah preventif Polrestabes Semarang dengan operasi pekat dan patroli intensif ini patut diapresiasi. Namun, kita semua paham, polisi tak bisa bekerja sendirian. Keamanan hingga Lebaran sejatinya lahir dari kesadaran kolektif, bahwa ibadah yang khusyuk dan perayaan yang meriah butuh suasana yang damai.

Jika setiap dari kita bisa menahan diri dan mengutamakan kepentingan bersama, mungkin kita tak perlu menunggu razia untuk bisa bersikap tertib. Pada akhirnya, “Operasi Pekat” yang paling mujarab adalah kesadaran pribadi untuk tidak menjadi sumber gangguan bagi sesama yang sedang berpuasa atau merayakan kemenangan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru