Selasa, 12 Mei 2026
31.2 C
Semarang

KAI Wisata Goes to School di SMA N 1 Semarang, Ajak Siswa Belajar di Lawang Sewu

Program Edutrain dan Wisata Heritage by Train untuk Generasi Muda

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.idPT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melaksanakan program “KAI Wisata Goes to School” dengan menggelar sosialisasi dini di SMA Negeri 1 Semarang, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komisaris PT Kereta Api Pariwisata, Yudhistira, beserta tim manajemen.

Program ini merupakan bagian dari upaya KAI Wisata untuk memperkenalkan dunia pariwisata berbasis kereta api kepada generasi muda sejak dini. Sekaligus, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara KAI Wisata dengan dunia pendidikan.

Produk dan Layanan yang Diperkenalkan

Dalam sosialisasi tersebut, KAI Wisata memperkenalkan berbagai produk dan layanan unggulan kepada para siswa.

Beberapa di antaranya adalah paket wisata heritage by train, program Edutrain KAI Wisata, serta destinasi wisata unggulan yang dikelola perusahaan.

Kegiatan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan SMA Negeri 1 Semarang. Termasuk pemanfaatan heritage building di Kota Semarang sebagai bagian dari program wisata edukasi.

Melalui pendekatan ini, KAI Wisata ingin memastikan bahwa siswa-siswi tidak hanya mengenal produk layanan secara teori. Mereka juga dapat merasakan langsung pengalaman wisata heritage yang autentik dan mendalam.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan minat siswa-siswi terhadap destinasi wisata bersejarah yang dikelola KAI Wisata.

Destinasi tersebut antara lain Lawang Sewu di Semarang dan Indonesian Railway Museum di Ambarawa.

Kedua destinasi ini merupakan ikon warisan perkeretaapian Indonesia. Mereka menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Oleh karena itu, sangat relevan sebagai objek pembelajaran bagi para siswa.

Melalui program ini, KAI Wisata juga ingin memberikan opsi studi tur yang lebih aman, nyaman, dan bernilai edukasi tinggi.

Studi tur ini menggunakan moda kereta api dan kereta wisata. Hal ini berbeda dengan moda transportasi lainnya yang mungkin tidak menawarkan pengalaman serupa.

Komitmen KAI Wisata

Komisaris PT Kereta Api Pariwisata, Yudhistira, menyampaikan bahwa program Goes to School merupakan salah satu bentuk komitmen KAI Wisata.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, siswa-siswi SMA dapat lebih mengenal dan mencintai warisan perkeretaapian Indonesia,” ujar Yudhistira.

“Selain itu, mereka juga dapat memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk kegiatan studi tur mereka,” tambahnya.

Yudhistira menambahkan bahwa pendidikan dan pariwisata merupakan dua sektor yang dapat bersinergi dengan baik. Tujuannya, menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

“Kami melihat potensi besar dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan wisata heritage by train,” jelasnya.

” siswa-siswi tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam kelas. Mereka juga dapat belajar secara langsung di lokasi bersejarah dengan perjalanan yang nyaman dan berkesan menggunakan kereta api,” papar Yudhistira.

“Ini adalah bentuk pembelajaran yang kami percaya akan meninggalkan kesan lebih mendalam bagi generasi muda,” pungkasnya.

Program Edutrain KAI Wisata

KAI Wisata optimistis kolaborasi dengan dunia pendidikan seperti ini dapat terus dikembangkan ke berbagai sekolah di Indonesia.

Tujuannya, semakin banyak generasi muda yang teredukasi melalui wisata heritage by train.

Program Edutrain KAI Wisata sendiri dirancang secara khusus. Para siswa dapat belajar sambil menikmati perjalanan.

Materi yang disampaikan telah disesuaikan agar relevan dengan kurikulum pendidikan.

Pendekatan edutainment ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa keingintahuan dan kecintaan terhadap sejarah perkeretaapian nasional. Pada akhirnya, hal ini juga mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia.

Rencana ke Depan

Ke depannya, KAI Wisata akan terus menggelar program Goes to School ke berbagai wilayah dan jenjang pendidikan.

Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan ekosistem wisata berbasis kereta api yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin KAI Wisata Goes to School bukan hanya sekadar kegiatan sosialisasi. Tetapi menjadi pintu gerbang bagi generasi muda untuk menjelajahi dan mencintai kekayaan warisan perkeretaapian Indonesia,” tutup Yudhistira.

“Melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah, kami percaya wisata heritage by train dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan nasional,” pungkasnya.

Dengan semangat More Experience, Elevating Every Journey, KAI Wisata terus berkomitmen menghadirkan layanan perjalanan yang lebih personal, lebih berkesan, dan semakin relevan bagi pelanggan masa kini.

Belajar sejarah tidak harus selalu di dalam kelas. Kadang, bangunan tua yang menyimpan cerita justru menjadi guru yang paling hidup. KAI Wisata mengajak generasi muda untuk merasakan langsung, duduk di kereta yang sama dengan jejak masa lalu, dan membayangkan bagaimana negeri ini pernah bergerak. Karena mencintai sejarah adalah awal dari merawat masa depan. Semoga program ini terus berjalan dan menginspirasi lebih banyak siswa untuk bangga pada warisan bangsanya sendiri.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru