Senin, 25 Mei 2026
32.7 C
Semarang

BBPOM Semarang Luncurkan Festival Musik untuk Cegah Penyalahgunaan OOT

Program Festival Musik dan SIGAP OM untuk Generasi Muda

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Ancaman penyalahgunaan Obat Tertentu (OOT) mengintai dari dua jalur: ilegal dan legal. Jalur ilegal sudah banyak ditangani kepolisian. Sementara itu, jalur legal seperti apotek dan fasilitas kesehatan mulai mendapat perhatian serius.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di kantornya lantai 3, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang hadir secara luring dan daring. Mereka berasal dari berbagai instansi: perwakilan mahasiswa, dokter, apoteker, dan Dinas Kesehatan. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif tentang bahaya OOT. Serta merumuskan langkah pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Utama

Dra. Rustyawati, Apt, M.Kes.(Epid) , Kepala BBPOM Semarang, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, setiap lembaga harus menjalankan fungsi masing-masing secara optimal. “Kami dorong masing-masing pihak sesuai tupoksinya untuk bersama-sama aware bahwa ada problem OOT. Yang punya fungsi edukasi ya beri edukasi. Polda di penegakan hukum lakukan penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Rustyawati.

Ia menjelaskan bahwa jalur ilegal sudah banyak ditangani kepolisian. Sementara itu, jalur legal seperti apotek dan fasilitas kesehatan juga mulai mendapatkan perhatian serius. “Jalur legal seperti Dinas Kesehatan mulai aware ada manipulasi resep oleh oknum. Pembinaan ke dokter dan apotek lebih ditingkatkan,” imbuhnya.

Membaca Data Secara Komprehensif

Rustyawati juga menyoroti pentingnya membaca data secara utuh. Menurutnya, naik turunnya angka penindakan tidak bisa berdiri sendiri. “Secara nasional, data pengawasan Badan POM meningkat. Kalau Polda turun, kita harus lihat faktornya. Bisa karena anggaran turun, kemampuan menangkap juga turun. Data harus kita baca komprehensif,” jelasnya.

Temuan Mencengangkan di Lapangan

Dalam paparannya, Rustyawati membeberkan sejumlah temuan mengejutkan dari operasi pengawasan BBPOM Semarang. Pada 25 Maret 2024, BBPOM bersama BIN dan BAIS melakukan operasi di Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Semarang. Tim menemukan produk jadi trihex, dekstrometorfan, dan tramadol. Termasuk bahan baku serta mesin produksi.

Nilai total temuan mencapai Rp317.000.000. Seluruh barang bukti telah dimusnahkan.

Pada 6 Januari 2021, BBPOM bersama Korwas PPNS menemukan 45.100 tablet trihex di Semarang Barat. Pada tahun 2023, bersama Sat Pol PP Kebumen, petugas menertibkan tiga warung Aceh. Warung itu menjual tramadol dan trihex ke anak-anak punk.

Pada tahun 2024, operasi gabungan bersama BNN, Polres, dan lintas sektor di Kabupaten Tegal menyasar warung rokok. Warung itu diduga menjual OOT. Namun, seluruh warung dalam keadaan tutup saat petugas datang.

Penandatanganan Fakta Integritas

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan fakta integritas. Seluruh peserta dan narasumber menyatakan komitmen bersama untuk melawan penyalahgunaan OOT. Momen ini berlangsung di ruang utama lantai 3 gedung BBPOM Semarang. Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan terlihat jelas. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen kolektif. Seluruh pihak yang hadir berjanji untuk aktif mencegah penyalahgunaan OOT di lingkungan masing-masing.

Program Inovatif BBPOM

BBPOM Semarang juga meluncurkan sejumlah program pencegahan inovatif. Pertama, Festival Musik Generasi Muda yang rencananya digelar pada Juni 2026. Pendekatan ini menggabungkan unsur hiburan dengan edukasi.

Kedua, program SIGAP OM (Sentra Informasi Gerakan Antisipasi Penyalahgunaan OOT). Program ini akan dilaksanakan secara masif di 33 UPT BBPOM di seluruh Indonesia.Target utamanya adalah siswa SMA sebagai kelompok rentan penyalahgunaan OOT. BBPOM berharap pesan bahaya OOT dapat diterima dengan lebih mudah oleh generasi muda.

Imbauan untuk Generasi Muda

Dalam materi paparannya, BBPOM juga menyampaikan imbauan tegas kepada generasi muda. “Keren itu bukan yang berani mencoba hal berbahaya bagi kesehatan, tapi yang berani bilang ‘TIDAK’. Ayo jadi generasi yang kuat, yang bisa jaga diri dan masa depan,” demikian kutipan dalam paparan. Generasi muda diimbau memilih lingkungan pergaulan positif. Juga mengelola stres dengan baik. Serta membiasakan gaya hidup sehat. Menghindari alkohol dan mengenali efek samping OOT juga menjadi kunci pencegahan.

Setiap musibah datang dari kelalaian. Setiap keselamatan adalah karunia. Mencegah kerusakan, termasuk penyalahgunaan obat, adalah bagian dari menjaga amanah hidup yang diberikan Tuhan. Rp317.000.000 nilai barang bukti yang disita. 45.100 tablet trihex yang ditemukan. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah nyawa yang bisa melayang, masa depan yang bisa hancur.

Namun, ada upaya sistematis yang sedang berjalan. Festival musik, program SIGAP OM, penguatan pengawasan jalur legal, dan penegakan hukum yang berkeadilan. Marilah kita jaga diri, keluarga, dan generasi bangsa dari bahaya yang mengintai. Semoga langkah kecil ini menjadi awal perubahan besar. Karena menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan masa depan. Dan generasi muda yang sehat adalah fondasi bangsa yang kuat.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru