Jumat, 17 Juli 2026
34.4 C
Semarang

14 Remaja Eks Tawuran di Gayamsari Dibina, Polisi dan Camat: Bukan untuk Dihakimi

Deklarasi Pembubaran Gangster, Orang Tua Diminta Awasi Anak hingga Pukul 22.00 WIB

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Sebanyak 14 remaja eks tawuran dan gangster duduk di Gedung Graha Indra Bhakti, Kamis (4/6/2026) siang. Mereka tidak datang untuk dihakimi. Mereka datang untuk dibina.

Kecamatan Gayamsari bersama TNI-Polri, sekolah, kelurahan, dan orang tua menggelar sosialisasi pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB.

Hadir dalam acara tersebut:

  • Plt Camat Gayamsari, Yoga Tantomo, S.STP
  • Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, S.H.
  • Danramil 04 Gayamsari, Mayor Inf Adi Prabowo
  • Para kepala sekolah, tokoh masyarakat, dan ketua RT/RW

Peran Keluarga Sangat Penting

Plt Camat Gayamsari, Yoga Tantomo, menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak.

“Kita semua tentu ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan keluarga. Perhatian, pengawasan, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak harus terus dibangun. Luangkan waktu untuk memahami pergaulan mereka dan arahkan pada kegiatan yang positif,” ujar Yoga Tantomo.

Bukan untuk Menghakimi

Sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di Gayamsari Semarang

Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, mengingatkan bahwa sebagian remaja yang hadir pernah diamankan. Mereka terlibat gangguan ketertiban umum, konsumsi miras, atau tawuran.

Namun, kegiatan ini bukan untuk menghakimi. Ini adalah bentuk kepedulian agar mereka tidak mengulangi kesalahan.

“Pastikan anak-anak sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 WIB. Orang tua perlu mengetahui aktivitas media sosial anak. Banyak ajakan tawuran yang berawal dari dunia maya. Pengawasan dan pembinaan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Kompol Yuna.

Deklarasi Pembubaran Gangster

Kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Pembubaran Gangster. Ini simbol komitmen bersama untuk meninggalkan perilaku menyimpang.

Danramil 04 Gayamsari, Mayor Inf Adi Prabowo, menyampaikan pesan yang menyentuh.

“Yang sudah terjadi biarlah menjadi pelajaran. Yang belum terjadi jangan sampai terulang. Hari ini adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan menjadi lebih baik,” pesan Mayor Adi Prabowo.

Faktor Penyebab Tawuran

Sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di Gayamsari Semarang

Kanit Reskrim Polsek Gayamsari, Ipda Rian Panji Satria, S.H., M.H. , menjelaskan faktor penyebab tawuran.

Faktor internal: pencarian jati diri, kebutuhan pengakuan dari lingkungan sebaya, dan ketidakmampuan menyelesaikan masalah.

Faktor eksternal: lingkungan keluarga, sekolah, dan pergaulan sehari-hari.

Ia juga menjelaskan dampak negatif tawuran: cedera fisik, terganggunya pendidikan, menurunnya moralitas, dan memudarnya toleransi.

Kesempatan Berubah untuk Remaja

Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, di tempat terpisah kembali menegaskan pesan yang sama.

“Kegiatan sosialisasi ini adalah langkah preventif dan bentuk kepedulian kami terhadap masa depan generasi muda. Anak-anak yang pernah terlibat tawuran bukan untuk diberi stigma. Mereka harus diberikan kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri,” tegas Kompol Yuna.

Ia mengajak orang tua, sekolah, dan masyarakat memperkuat pengawasan. Baik di lingkungan pergaulan maupun media sosial.

“Pencegahan kenakalan remaja tidak bisa dilakukan sendiri oleh kepolisian. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Agar anak-anak kita terhindar dari kekerasan, memiliki masa depan yang lebih baik, dan menjadi generasi penerus yang membanggakan,” pungkas Kapolsek.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru