Kamis, 18 Juni 2026
27.8 C
Semarang

BYD Tech Culture Fest Hadirkan Teknologi EV dan Hybrid Terbaru di Semarang

Berita Terkait

SEMARANG – PT BYD Motor Indonesia menggelar BYD Tech Culture Fest 2026 di kawasan Gajah Mada Plaza, Semarang, pada 17-21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai teknologi kendaraan elektrifikasi terbaru BYD, mulai dari kendaraan listrik murni (EV) hingga teknologi plug-in hybrid DM-i.

PR Manager PT BYD Motor Indonesia, Oka Mahendra, mengatakan acara tersebut berlangsung selama lima hari agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengeksplorasi teknologi dan produk-produk terbaru BYD.

“Masyarakat dapat mencoba langsung seluruh teknologi yang kami tampilkan. Pengunjung dapat melihat berbagai model kendaraan BYD yang dipasarkan di Indonesia, sekaligus mempelajari teknologi yang menjadi fondasi kendaraan listrik dan hybrid BYD,” ujarnya.

Berbagai zona edukasi dan aktivitas disiapkan selama acara berlangsung. Salah satunya Technology Zone yang menampilkan penjelasan mengenai teknologi kendaraan listrik BYD, teknologi DM-i, Blade Battery, hingga platform kendaraan yang digunakan perusahaan asal Tiongkok tersebut.

Selain itu, tersedia Exhibition Display yang menampilkan jajaran kendaraan BYD sehingga pengunjung dapat melihat langsung desain eksterior maupun interior kendaraan.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berkendara, BYD juga menyediakan area test drive dan test ride. Di lokasi ini, masyarakat dapat mencoba sejumlah model kendaraan BYD seperti Atto 3, Seal, Sealion, hingga BYD M6 DM-i.

Tak hanya itu, BYD turut menghadirkan wahana off-road yang menampilkan kemampuan Denza B5, SUV yang menggunakan teknologi DMO (Dual Mode Off-road). Pengunjung dapat merasakan langsung kemampuan kendaraan tersebut melintasi berbagai medan menantang.

Product Expert PT BYD Motor Indonesia, Bobby Barata, mengungkapkan tingkat adopsi kendaraan listrik di Jawa Tengah masih berada di bawah rata-rata nasional. Secara nasional, pangsa pasar kendaraan listrik telah mencapai sekitar 18-20 persen. Namun di Jawa Tengah masih terdapat sejumlah tantangan yang membuat sebagian masyarakat belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni.

“Kami melihat perlu adanya opsi tambahan bagi masyarakat. Karena itu hadir teknologi DM-i sebagai pelengkap kendaraan listrik. Jadi masyarakat yang belum siap sepenuhnya menggunakan EV tetap bisa memulai proses elektrifikasi melalui kendaraan DM-i,” katanya.

Berdasarkan survei internal BYD, terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin konvensional. Di antaranya kenaikan harga bahan bakar, konsumsi BBM kendaraan yang masih cukup tinggi, keterbatasan fleksibilitas perjalanan, hingga kebutuhan performa yang lebih baik saat berkendara di berbagai kondisi jalan.

Bobby menjelaskan, teknologi Dual Mode Intelligent (DM-i) memungkinkan kendaraan menggunakan bahan bakar bensin sekaligus tenaga listrik. Teknologi ini dirancang untuk menghilangkan kekhawatiran pengguna terhadap keterbatasan stasiun pengisian kendaraan listrik, sekaligus menghadirkan efisiensi konsumsi energi yang tinggi.

“DM-i memberikan fleksibilitas lebih karena kendaraan bisa menggunakan listrik maupun bensin. Konsumsi bahan bakarnya rendah, performanya tinggi karena berbasis teknologi EV, biaya operasionalnya juga lebih rendah, dan emisi yang dihasilkan lebih kecil,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara global teknologi DM telah dikembangkan BYD selama lebih dari dua dekade. Generasi pertama diperkenalkan pada 2008 dan terus disempurnakan hingga hadir teknologi DM 5.0 pada 2024 yang kini digunakan pada BYD M6 DM-i.

Dalam pengoperasiannya, sistem DM-i secara otomatis menyesuaikan sumber tenaga berdasarkan kondisi berkendara. Saat melaju di perkotaan, kendaraan lebih banyak menggunakan tenaga listrik. Ketika membutuhkan akselerasi lebih besar atau melintasi tanjakan, mesin bensin akan aktif untuk membantu meningkatkan performa sekaligus menjaga efisiensi energi.

Sementara saat kendaraan melaju di jalan menurun, sistem regenerative braking akan mengubah energi pengereman menjadi listrik untuk mengisi kembali baterai.

“Kemarin saat pengujian dari Semarang menuju kawasan Merbabu dan kembali lagi, sebagian besar perjalanan memanfaatkan tenaga listrik. Ketika turun, baterai kembali terisi melalui regenerative braking sehingga penggunaan bensin menjadi sangat minim,” ujar Bobby.

Pada kesempatan yang sama, Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia, Ubaidilah, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Menurutnya, BYD telah menyediakan layanan call center bebas pulsa selama 24 jam, aplikasi digital untuk memantau kondisi kendaraan, pembaruan perangkat lunak melalui fitur Over The Air (OTA), serta jaringan dealer dan bengkel yang terus diperluas di berbagai daerah.

Selain itu, BYD juga menawarkan paket perawatan berkala khusus kendaraan DM-i serta garansi kendaraan hingga enam tahun atau 150.000 kilometer. Sementara untuk baterai dan motor penggerak listrik, perusahaan memberikan garansi selama delapan tahun atau 160.000 kilometer.

“Dukungan layanan purnajual menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan selama menggunakan kendaraan BYD,” kata Ubaidilah.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru