Kamis, 4 Juni 2026
31.7 C
Semarang

OJK Jateng Dorong Pengembangan Rajungan di Demak dan Jepara

Berita Terkait

Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mendorong pengembangan komoditas rajungan di Kabupaten Demak dan Jepara.

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat perekonomian daerah, sejalan dengan visi pemerintah yang ingin membangun dari desa untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pemerataan ekonomi.

Sebagai bagian dari program tersebut, OJK menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama antara pelaku usaha, Industri Jasa Keuangan (IJK), dan offtaker (pembeli hasil tangkapan nelayan). Penandatanganan berlangsung di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (11/9).

Acara yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh Bupati Demak Eistianah, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, kepala dinas kelautan dan perikanan dari kedua daerah, pimpinan IJK, pelaku usaha, serta para nelayan.

Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menyampaikan pentingnya ekosistem usaha yang terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Penandatanganan kerja sama ini diharapkan bisa mengembangkan sektor perikanan rajungan dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi Jawa Tengah,” kata Hidayat.

Sejak 2024, OJK dan TPAKD telah mengembangkan berbagai komoditas unggulan seperti padi dan jagung di Grobogan, dan memperluas program ke Cilacap dan Karanganyar. Tahun ini, fokus ditujukan pada sektor kelautan dan perikanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan solusi untuk pengembangan ekonomi daerah, seperti melalui teknologi pertanian dan perikanan, infrastruktur, serta kemitraan antara petani/nelayan dengan perbankan dan koperasi.

“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi awal langkah bersama untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan melek keuangan,” ujarnya.

Bupati Demak, Eistianah, menjelaskan bahwa rajungan telah menjadi andalan ekonomi di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang.

“Kerja sama ini diharapkan bisa memberikan kepastian pasar, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan menarik investasi di sektor perikanan dan kelautan,” katanya.

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya rajungan.

“Kita perlu membangun ekosistem rajungan yang sehat dan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang,” ujarnya.

Penguatan Literasi Keuangan Lewat Program Gencarkan

Dalam kegiatan ini, OJK juga mengukuhkan Campaign Manager dan Campaign Collaborator untuk memperkuat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Tujuannya adalah meningkatkan edukasi keuangan masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan di seluruh Jawa Tengah.

“Kami berharap dengan peran aktif para penggerak ini, tidak ada lagi kabupaten atau kota yang belum tersentuh edukasi keuangan,” kata Hidayat.

Sejak 2024, TPAKD Jawa Tengah juga telah menginisiasi Duta Literasi Perintis Keuangan yang kini berjumlah lebih dari 200 orang, tersebar di seluruh kabupaten/kota. Para duta ini bertugas mendukung upaya digitalisasi dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendorong kemandirian ekonomi desa serta mempercepat inklusi keuangan nasional.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru