Menu ✖

Mode Gelap

Pemprov Jateng dan Undip Edukasi Pelajar Waspadai Propaganda Radikalisme di Medsos

7 Mar 2026 · 12:16 WIB ·


					Pemprov Jateng dan Undip Edukasi Pelajar Waspadai Propaganda Radikalisme di Medsos Perbesar

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Ngabuburit Kebangsaan dengan kegiatan Nonton Bareng Film dan Talk Show dengan tema “memperkuat nasionalisme, memperkokoh moderasi”. Acara kerja sama Badan Kesbangpol Jawa Tengah dengan FISIP Undip itu digelar di Auditorium FISIP Undip, kemarin, dan diikuti 150 siswa dan guru pendamping dari sejumlah SMA di Jawa Tengah.

Kegiatan ini upaya mencegah radikalisme di kalangan anak muda. Data di Jawa Tengah menunjukkan adanya kenaikan kasus anak di bawah umur yang terpapar radikalisme dari 11 kasus pada akhir 2025, dan menjadi 22 kasus hingga Februari 2026.

Film “Road to Resilience” merupakan film dokumenter yang menceritakan kisah nyata Febri Ramdani, seorang anak muda yang terlibat ISIS di Syuriah. Hingga kemudian berhasil kembali ke Indonesia dan aktif mengkampanyekan antiradikalisme.

Sekretaris Badan Kesbangpol Jawa Tengah, M Agung Hikmati, menyampaikan, metode nonton film bareng dan talk show dipilih sebagai alternatif metode yang dekat dengan anak muda. Usai nonton film dilanjutkan diskusi agar para siswa memahami dan menarik pelajaran untuk mewaspadai gerakan yang mengarah ke radikalisme.

Talk show menghadirkan Febri Ramdani, anak muda yang pernah terlibat dalam gerakan ISIS di Syuriah. Ia penulis buku “300 hari di Bumi Syam”. Hadir pula Lugito Gofar, perwakilan Densus 88, serta Dr Muhammad Adnan selaku akademisi dan pengasuh pondok pesantren Kebangsaan.

“Anak-anak muda perlu mewaspadai propaganda yang disebar melalui media sosial. Segala informasi yang diterima melalui media sosial harus ditelaah. Demikian halnya dengan ajakan jihad harus dimaknai secara benar,” ungkap Febri. Dia juga menceritakan pengalamannya hingga bisa terlibat ISIS di Syuriah.

Lugito Gofar dari Densus 88 mengemukakan, fenomena baru dari persebaran gerakan radikalsime melalui media sosial. Saat ini media sosial, game online, animasi, mame, bahkan musik dikemas secara manarik, sehingga secara tidak sadar anak muda tertarik mengikuti gerakan radikalisme yang berujung terorisme. Dalam sejumlah kasus, game online menjadi ruang baru intoleransi yang berujung pada radikalisme.

“Jika sebelumnya persebaran ideologi gerakan menggunakan media berupa forum-forum perkumpulan secara langsung, saat ini cenderung menggunakan media sosial, game online yang kemudian menghasilkan radikalisme mandiri,” ungkap Lugito yang menegaskan jika literasi digital bagi generasi muda sangat diperlukan.

Adapun Dr Muhammad Adnan menjelaskan, anak-anak muda Jawa Tengah harus mampu menjadi religius sekaligus nasionalis, dan menjadi nasionalis sekaligus religius. Menghindari media sosial yang mengarah pada paham keagamaan yang sifatnya ekslusif.

“Karena eksklusivisme merupakan akar dari intolernasi, dan intoleransi menjadi akardari radikalsime. Sebaliknya generasi muda perlu untuk banyak terlibat dalam konten konten yang mengajak pada perdamaian, toleransi, dan moderasi,” ungkap Adnan.*

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Ahmad Luthfi Beri Enam Kado untuk Santri Jateng, Perkuat Pendidikan hingga Perlindungan

23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Ahmad Luthfi Beri Enam Kado untuk Santri Jateng, Perkuat Pendidikan hingga Perlindungan

Dari Pesantren ke Kampus Dunia, Santri Jateng Wujudkan Mimpi Berkat Pesantren Obah

22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Dari Pesantren ke Kampus Dunia, Santri Jateng Wujudkan Mimpi Berkat Pesantren Obah

Apel Hari Santri PWNU Jateng, Gus Rozin Ingatkan Tantangan Santri di Era Digital

22 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Apel Hari Santri PWNU Jateng, Gus Rozin Ingatkan Tantangan Santri di Era Digital

Resolusi Jihad Era Kini, Ahmad Luthfi Dorong Santri Jateng Perangi Kemiskinan

22 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Resolusi Jihad Era Kini, Ahmad Luthfi Dorong Santri Jateng Perangi Kemiskinan

Taj Yasin Ajak Santri Pilah Sampah dan Kembangkan Budaya Bersih

20 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Taj Yasin Ajak Santri Pilah Sampah dan Kembangkan Budaya Bersih

Taj Yasin Ingin Santri dan Akademisi Bersama Menjawab Persoalan di Masyarakat

19 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Taj Yasin Ingin Santri dan Akademisi Bersama Menjawab Persoalan di Masyarakat
Trending di Pendidikan

Tinggalkan Komentar