Minggu, 10 Mei 2026
33 C
Semarang

AI Guru Pintar UNS, Belajar via Radio FM Naikkan Nilai Matematika 35 Persen

Program Inovatif Jangkau 2.500 Siswa di 50 Sekolah Jawa Tengah

Berita Terkait

BANJARNEGARA, PortalJateng.id – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi meluncurkan program inovatif “AI Guru Pintar” , Sabtu (9/5/2026). Program ini merupakan sistem pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan siaran radio FM dan kecerdasan buatan (AI).

Tujuannya, menjangkau siswa di daerah terpencil yang minim akses internet. Hasilnya cukup mencengangkan.

Dalam tiga bulan uji coba, program ini berhasil meningkatkan nilai rata-rata matematika siswa hingga 35 persen.

Teknologi Sederhana, Dampak Besar

Dr. Eko Prasetyo, M.Kom. , Ketua Tim Pengembang dari Fakultas Ilmu Komputer UNS, menjelaskan latar belakang program ini.

Menurutnya, keprihatinan terhadap kesenjangan akses pendidikan di daerah pegunungan menjadi pemicu utama.

“Kami menyadari bahwa membangun infrastruktur internet di wilayah pegunungan membutuhkan biaya tinggi dan waktu lama,” ujar Dr. Eko dalam konferensi pers di Banjarnegara, Kamis (8/5/2026).

“Sementara itu, anak-anak di daerah terpencil tidak bisa menunggu. Mereka butuh solusi sekarang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, radio FM dipilih karena nyaris ada di setiap rumah. Jangkauannya pun luas.

“Radio FM, yang nyaris ada di setiap rumah dan memiliki jangkauan luas, kami kombinasikan dengan AI untuk menciptakan sistem pembelajaran yang efektif dan terjangkau,” papar Dr. Eko.

Cara Kerja Inovatif

Sistem “AI Guru Pintar” bekerja dengan mekanisme sederhana namun jenius. Berikut cara kerjanya:

Pertama, siaran radio interaktif. Materi pelajaran dan soal-soal dihasilkan oleh sistem AI. Materi itu disiarkan melalui radio komunitas setempat.

Kedua, pembelajaran aktif. Siswa mendengarkan penjelasan materi dari “AI Guru” di rumah. Lalu, mereka mengerjakan soal-soal interaktif di buku latihan.

Ketiga, pengiriman jawaban. Jawaban dikirim kembali melalui SMS atau kode QR yang tercetak di buku panduan.

Keempat, penilaian otomatis. Sistem AI menilai jawaban dan mengirimkan hasil evaluasi ke guru. Pengiriman melalui dashboard sederhana.

Kelima, pemantauan real-time. Guru dapat memantau perkembangan belajar siswa secara langsung.

Hasil Mengesankan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara mencatat data yang sangat menggembirakan.

Pertama, peningkatan nilai. Rata-rata nilai matematika siswa meningkat dari 62 menjadi 84. Artinya, terjadi peningkatan 35 persen dalam 3 bulan.

Kedua, tingkat kehadiran. Kehadiran siswa dalam sesi belajar radio mencapai 92 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding pembelajaran konvensional.

Ketiga, kepuasan guru. Sebanyak 94 persen guru melaporkan sistem ini mudah digunakan. Selain itu, program ini membantu meringankan beban kerja.

Keempat, jangkauan luas. Program ini telah menjangkau lebih dari 2.500 siswa di 10 sekolah pilot project.

Drs. Hariyanto, M.Pd. , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, memberikan apresiasi tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi dari UNS ini. Program AI Guru Pintar membuktikan bahwa teknologi tidak harus selalu canggih dan mahal,” ujar Hariyanto.

“Yang terpenting adalah tepat guna dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari merdeka belajar,” pungkasnya.

Inklusivitas di Atas Eksklusivitas

Dr. Eko menekankan filosofi dasar program ini. Filosofinya adalah inklusivitas akses pendidikan.

“Kesimpulan kami sederhana: teknologi tidak harus eksklusif, yang penting inklusif,” tegas Dr. Eko.

“Di tengah euforia dunia digital yang serba internet, program ini menjadi pengingat. Bahwa akses terhadap pengetahuan adalah hak fundamental setiap warga negara, bagaimanapun caranya,” jelasnya.

“Radio FM mungkin teknologi lama, tapi ketika dipadukan dengan AI, ia menjadi sangat powerful,” tambahnya.

Ekspansi ke Seluruh Jawa Tengah

Berdasarkan keberhasilan uji coba, program ini kini telah diadopsi oleh 50 sekolah dasar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Prof. Dr. Joko Sutopo, M.Kom. , Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNS, menyatakan komitmen universitas.

“UNS berkomitmen penuh untuk mendukung pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia,” ujar Prof. Joko.

“Kami sedang mengembangkan modul untuk mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia dan IPA. Target kami, akhir tahun 2026, program ini sudah bisa menjangkau 200 sekolah di Jawa Tengah,” paparnya.

“Kami juga terbuka untuk kolaborasi dengan pemerintah daerah dan swasta untuk memperluas jangkauan,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah Provinsi

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dr. Sri Purnomo , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, menyatakan akan mengintegrasikan program ini dalam strategi pendidikan daerah.

“Ini adalah terobosan yang luar biasa. Kami akan mengintegrasikan AI Guru Pintar dalam program Jawa Tengah Smart Province,” jelas Sri Purnomo.

“Ke depan, kami akan mengalokasikan anggaran khusus untuk replikasi program ini di lebih banyak sekolah. Terutama di daerah yang memang membutuhkan,” janjinya.

Tentang AI Guru Pintar

AI Guru Pintar adalah program pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan oleh Tim IT Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Program ini memanfaatkan kombinasi siaran radio FM dan kecerdasan buatan. Tujuannya, menyampaikan materi pelajaran interaktif kepada siswa di daerah terpencil.

Sistem ini dirancang untuk beroperasi tanpa ketergantungan pada koneksi internet. Karena itu, ia menjadi solusi ideal untuk daerah dengan infrastruktur digital terbatas.

Inovasi tidak selalu harus berwujud mahal dan rumit. Kadang, ia justru lahir dari keterbatasan. AI Guru Pintar mengajarkan kita bahwa teknologi yang tepat guna, sekalipun menggunakan media lama seperti radio FM, bisa mengubah wajah pendidikan di daerah terpencil. Karena pada akhirnya, yang paling utama bukanlah kecanggihan alat, melainkan ketulusan untuk menjangkau mereka yang selama ini tertinggal. Semoga program ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpikir: bagaimana teknologi bisa melayani, bukan hanya menjadi konsumsi segelintir orang.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru