Selasa, 23 Juni 2026
29.9 C
Semarang

Dari Sungai Serang, Desa Duren Menyulam Harapan Menjadi Desa Wisata

Berita Terkait


Semarang
 – Deras aliran Sungai Serang yang membelah Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Di antara hamparan sawah, udara pedesaan yang masih asri, dan suara gemericik air sungai, warga perlahan mulai melihat sesuatu yang lebih besar: harapan untuk tumbuh melalui pariwisata desa.

Harapan itu kini semakin nyata setelah PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan dukungan pengembangan Desa Wisata Duren di Kabupaten Semarang.

Program ini menjadi langkah bersama untuk mengangkat potensi alam, budaya, hingga UMKM lokal agar mampu berkembang menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Desa Duren sendiri memiliki kekayaan alam yang menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu potensi unggulannya adalah wisata River Tubing Manggolo Kusumo yang memanfaatkan aliran Sungai Serang sebagai wahana wisata arung sungai menggunakan ban pelampung.

Kepala Desa Duren, H. Wahyudi, menjelaskan bahwa desanya juga memiliki kekayaan budaya seperti seni Reog, Tari Topeng Ireng, Tari Rodad, hingga Rebana yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Di sektor ekonomi, warga juga mengembangkan berbagai produk UMKM seperti kerupuk bawang, jenang, bubuk jamu, dan anyaman bambu.

“Tapi, supaya potensi desa ini bisa tumbuh lebih optimal, kami masih membutuhkan sarana dan pengembangan lainnya,” kata Wahyudi.

Melalui program TJSL PLN, pengembangan difokuskan pada peningkatan fasilitas wisata, mulai dari pengadaan perlengkapan river tubing seperti rompi pelampung, papan penunjuk lokasi wisata, hingga pembuatan papan nama destinasi yang lebih menarik untuk dipromosikan melalui media sosial.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah menyampaikan bahwa dukungan terhadap Desa Wisata Duren Wahyu Tirta Mulya merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“PLN percaya bahwa desa memiliki kekuatan besar untuk tumbuh mandiri melalui potensi yang dimilikinya. Melalui program TJSL ini, kami ingin mendukung masyarakat agar potensi wisata yang ada dapat berkembang, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Kishartanto.

Ia menambahkan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata semata, tetapi juga mendorong tumbuhnya UMKM, pelestarian budaya, dan keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa.

Wahyudi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN terhadap pengembangan desa wisata di wilayahnya.

“Bantuan ini menjadi semangat baru bagi masyarakat Desa Duren untuk terus mengembangkan potensi wisata yang kami miliki. Kami berharap desa wisata ini nantinya dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Desa Duren kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, Pokdarwis Manggolo Kusumo, dan masyarakat, Desa Duren kini tidak hanya dikenal sebagai desa yang asri di lereng Semarang, tetapi juga sebagai desa yang sedang menata masa depannya melalui wisata berbasis alam dan budaya.

Dari derasnya Sungai Serang, warga Desa Duren perlahan belajar bahwa harapan bisa mengalir sejauh air sungai — membawa mimpi tentang desa yang mandiri, hidup, dan sejahtera bersama.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru