Minggu, 5 Juli 2026
30.6 C
Semarang

LDII Kota Semarang Perkuat Pembinaan Generasi Profesional, Nasionalis dan Religius Melalui CAI ke-47

Berita Terkait

SEMARANG – Komitmen membangun generasi muda yang berkarakter terus diperkuat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang, salah satunya melalui kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47.

Program pembinaan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan generasi penerus yang memiliki integritas, profesionalisme, serta nilai-nilai religius di tengah tantangan perkembangan zaman.

Pembukaan CAI ke-47 tingkat Kota Semarang berlangsung di Gedung Al Barokah, Kompleks Masjid Al Wali, Jalan Ketileng Raya, Sendangmulyo, Semarang, Minggu (5/7/2026).

Ratusan peserta dari kalangan remaja dan pemuda LDII mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat sebagai bagian dari pembinaan karakter sejak dini.

Kegiatan CAI merupakan bagian dari rangkaian Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) CAI ke-47 yang sebelumnya telah dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, pada Senin (29/6/2026).

Pembukaan tingkat nasional tersebut menjadi penyemangat bagi pelaksanaan kegiatan serupa di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang.

Ketua DPD LDII Kota Semarang, Sunarto, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki perhatian besar terhadap pembinaan generasi penerus melalui berbagai program pendidikan karakter yang berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pembentukan akhlak yang baik.

“Kami sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah berkomitmen mencetak generasi yang profesional sekaligus religius. Pembinaan generasi muda menjadi salah satu fokus utama kami,” ujar Sunarto saat membuka kegiatan.

Ia mengungkapkan, sekitar 300 pemuda dan pemudi LDII dari berbagai wilayah di Kota Semarang mengikuti pembukaan CAI ke-47 di kompleks Al Wali kali ini.

Sunarto menambahkan bahwa LDII memiliki program pembentukan 29 karakter luhur yang menjadi pedoman dalam mendidik generasi muda.

Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi bekal menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.

“Kami memiliki program 29 karakter luhur, di antaranya jujur, amanah, bertanggungjawab. Melalui CAI ini kami mempertegas komitmen dalam membentuk generasi penerus yang amanah, profesional, nasionalis dan religius,” tegas Sunarto.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja saat ini menjadi perhatian serius. Fenomena geng motor, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui pembinaan yang berkesinambungan.

“Kami tidak ingin generasi LDII bersinggungan atau bahkan terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif tersebut. Karena itu pembinaan harus dilakukan secara terus-menerus bersama seluruh pihak,” lanjut Sunarto.

Ia menilai keberhasilan membentuk karakter generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, hingga keluarga agar pembinaan berjalan optimal dan mampu memberikan dampak nyata.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Heri Wahyudi yang diwakili Kasat Binmas AKBP Herry Tristiyono menyampaikan apresiasi atas konsistensi LDII dalam memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda melalui kegiatan CAI.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan edukasi mengenai bahaya terorisme dan radikalisme yang kini berkembang mengikuti perubahan teknologi informasi.

Menurut AKBP Herry Tristiyono, pola penyebaran paham ekstrem saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Kalau dulu penyebaran paham terorisme banyak dilakukan melalui kajian-kajian tertentu dengan membelokkan makna-makna seperti jihad, sekarang pengaruh tersebut juga banyak ditemukan di media sosial. Karena itu generasi muda harus lebih cerdas dalam menyaring informasi,” jelas AKBP Herry Tristiyono.

Ia menegaskan bahwa kemampuan literasi digital menjadi salah satu benteng penting bagi remaja agar tidak mudah terpapar informasi menyesatkan.

Selain bijak menggunakan media sosial, generasi muda juga perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar sehingga mampu mencegah berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Sekecil apa pun kontribusi masyarakat akan sangat berarti dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Karena itu kolaborasi antara Polri, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” pungkas AKBP Herry Tristiyono.

Melalui CAI ke-47, LDII Kota Semarang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter luhur, kepedulian sosial, kecintaan terhadap tanah air, serta kemampuan menghadapi tantangan era digital secara bijaksana.

Sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang tangguh, berintegritas, dan siap membangun bangsa di masa depan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru