Minggu, 20 September 2026
32.4 C
Semarang

Dari Sisa Jadi Karya, Mahasiswa PPG Unnes Kenalkan Eco-Enzym kepada Warga RT 4 RW 5 Kelurahan Sampangan

Berita Terkait

SEMARANG – Sejumlah mahasiswa PPG Calon Guru 2026 Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar sosialisasi dan pelatihan eco-enzym bertema “Dari Sisa Jadi Karya” kepada warga RT 4 RW 5 Kelurahan Sampangan, Minggu 20 September 2026.

Kegiatan tersebut digelar di kediaman Ketua RT 4 RW 5. Sosialisasi ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada warga, khususnya ibu-ibu, mengenai pemanfaatan sisa bahan organik agar dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Ketua RT 4 RW 5, Saniman menyambut positif kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa PPG Calon Guru 2026 Unnes tersebut. 

Menurutnya, kegiatan sosialisasi dan pelatihan itu dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami menyambut positif dan mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi warga RT 4, khususnya ibu-ibu,” kata Saniman.

Ia juga menyampaikan bahwa lingkungan RT 4 RW 5 terbuka terhadap kegiatan dari lembaga pendidikan yang akan memberikan pengetahuan maupun pelatihan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

“RT 4 tentunya terbuka bagi lembaga pendidikan untuk memberikan sosialisasi atau pelatihan yang bermanfaat bagi warga kami,” ujarnya.

Sementara itu, Firda selaku ketua kelompok PPG menjelaskan mengenai konsep dasar eco-enzym kepada warga. 

Ia menerangkan bahwa eco-enzym merupakan larutan yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan-bahan organik, terutama sisa buah dan sayuran, dengan tambahan gula atau molase serta air.

Menurut Firda, proses tersebut melibatkan mikroorganisme yang berperan dalam menguraikan bahan organik hingga menghasilkan cairan dengan karakteristik tertentu.

“Eco-enzym adalah hasil fermentasi bahan-bahan organik, terutama sisa buah dan sayuran dengan tambahan gula atau molase dan air sehingga menghasilkan cairan dengan karakteristik tertentu yang ternyata punya banyak manfaat,” jelas Firda.

Adapun manfaat eco-enzym di antaranya membantu mengurangi limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga.

Selain itu, tambahnya, pemanfaatan eco-enzym diperkenalkan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan. 

“Cairan hasil fermentasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan rumah tangga, perawatan tanaman, serta membantu mengurangi bau,” terangnya.

Tak lupa, dirinya pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada warga RT 4 RW 5 Kelurahan Sampangan  yang telah memberikan waktu dan tempat untuk mensukseskan kegiatan sosialisasi ini.

“Kami mewakili seluruh anggota PPG Calon Guru dari Unnes ini mengucapkan terima kasih kepada warga RT 4 yang telah berkenan menerima kami untuk menggelar sosialisasi eco-enzyme ini. Kami berharap sosialisasi ini bisa bermanfaat bagi warga,” ucapnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru