Minggu, 27 September 2026
32 C
Semarang

Taj Yasin Dorong Talenta Muda Jateng Kembangkan AI untuk Pelayanan Publik

Berita Terkait


SEMARANG
 – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi kebutuhan penting untuk mendorong pelayanan publik di Jawa Tengah agar semakin cepat, mudah, dan transparan.

Menurutnya, kebutuhan terhadap AI juga semakin terasa dalam penyelenggaraan pemerintahan di Jawa Tengah. Teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih cepat dan efisien.

“Kita bersyukur ada exhibition terkait intelligent artificial yang penting untuk anak-anak kita. Mereka melombakan aplikasi yang sehari-hari kita hadapi dan negara kita juga butuh itu. Butuh inovasi dalam pelayanan menggunakan AI untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, biar cepat dan tentu transparan,” kata Taj Yasin mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, usai membuka Local Exhibition Young Coder World Cup (YCWC) 2026 wilayah Jawa Tengah-DIY oleh Timedoor Academy di Wisma Perdamaian, Semarang, Minggu, 27 September 2026.

Dalam sambutannya, Taj Yasin juga menyinggung tentang perkembangan teknologi yang harus diikuti oleh pemerintah. Mengingat, luas wilayah Indonesia dan kompleksitas kebutuhan masyarakat membuat pelayanan publik tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara konvensional.

Dia mengatakan, negara Indonesia begitu luas, bahkan sampai kepulauan yang tidak mungkin bisa dijangkau dengan cepat. Sehingga kita butuh teknologi untuk menjangkau pelayanan-pelayanan yang ada.

“Di Jawa Tengah sendiri juga ada daerah-daerah yang pelayanannya dibutuhkan untuk kecepatan AI atau kecerdasan buatan. Itu semua harus terus dikuasai oleh penerus bangsa kita,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda perlu diarahkan agar tidak hanya menjadi pengguna berbagai platform digital. Mereka harus didorong menjadi pencipta aplikasi dan program yang dapat memberikan solusi atas persoalan sehari-hari, termasuk mendukung kebutuhan pelayanan publik.

Karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan YCWC 2026 yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar sekaligus mengembangkan inovasi berbasis teknologi.

“Kita bisa menciptakan, membuat sebuah terobosan, apa itu game, apa itu program. Jelas apabila kita arahkan, itu akan lebih bermanfaat dibandingkan mereka hanya menggunakan fasilitas digital saja,” katanya.


Taj Yasin juga berharap kegiatan seperti YCWC dapat terus diperbanyak dan dimasifkan. Menurutnya, semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk belajar coding dan AI, semakin besar pula peluang munculnya inovator muda yang nantinya dapat berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Ia meyakini kemampuan generasi muda di Jawa Tengah dalam bidang teknologi memiliki potensi untuk bersaing secara internasional.
Taj Yasin berharap exhibition YCWC 2026 tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk menjaring talenta-talenta muda yang memiliki kemampuan dalam pengembangan aplikasi dan program berbasis AI.

“Saya berharap dengan adanya eksibisi kali ini akan mencetuskan atau menjaring anak-anak yang luar biasa dalam program, dalam aplikasi sehingga ini akan membanggakan kita bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia YCWC 2026,Rahma Asyifa mengatakan, eksibisi diikuti 50 peserta dari 250 peserta yang telah lolos dalam tahap penyisihan Local Exhibition YCWC 2026 wilayah Jawa Tengah-DIY.

Mengusung tema “AI for Daily Life”, YCWC 2026 memberikan kesempatan kepada inovator muda untuk menciptakan solusi digital yang praktis dan solutif terhadap berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian tersebut akan berlanjut hingga International Grand Final YCWC 2026.

Menurut Rahma, YCWC tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis peserta dalam coding dan AI. Kompetisi tersebut juga dirancang untuk mengasah tiga kemampuan utama, yakni creativity, collaboration, dan communication, sekaligus memperkuat literasi digital.

“Kami berkomitmen untuk mengasah pilar creativity, collaboration dan communication serta digital literacy peserta, untuk membuktikan bahwa generasi muda adalah pionir perubahan yang memegang kunci inovasi masa depan di level global,” ujarnya.*

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru