Cepu – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, bersama jajaran Direksi PT PLN (Persero), meninjau langsung penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Gratis di Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Jumat (20/7/2024).
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan listrik yang lebih merata di seluruh Indonesia, dengan fokus pada masyarakat yang belum memiliki akses listrik. Program BPBL dilaksanakan dengan anggaran dari Kementerian ESDM dan dikelola oleh PLN sebagai operator.
Selama tiga tahun pelaksanaan sejak 2022, lebih dari 367.000 rumah tangga di seluruh Indonesia telah menerima manfaat program ini. Di tahun 2024, sebanyak 18.000 warga di Provinsi Jawa Tengah dan 306 warga di Kabupaten Blora telah terjangkau.
“Program ini sangat penting, terutama bagi warga yang membutuhkan akses listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Bahlil dalam sambutannya.
Ahmad, salah satu penerima manfaat dari Desa Cabean, mengungkapkan kebahagiaannya, “Sekarang saya tidak perlu lagi menyalurkan listrik dari rumah orang tua. Kami sangat bersyukur bisa menikmati listrik secara mandiri.”
Direktur Retail dan Niaga PT PLN, Adi Priyanto, menambahkan, selain pemasangan listrik baru, bantuan juga mencakup penyediaan lampu LED, pemasangan instalasi kelistrikan rumah, serta pemberian token listrik perdana senilai Rp100.000. PLN juga memastikan sertifikasi kelistrikan yang aman dan layak melalui pengujian Sertifikat Laik Operasi (SLO).
“Kami berharap dengan bantuan ini, masyarakat semakin merasakan manfaat listrik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Adi.
Sementara itu, General Manager PLN UID JTY, Sugeng Widodo, menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat yang mendukung kesuksesan program BPBL. “Semoga ini menjadi bagian dari mewujudkan Indonesia yang lebih terang,” kata Sugeng.
Pada kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga memberikan bantuan simbolis berupa paket sembako dari Yayasan Baitul Maal PT PLN kepada keluarga penerima BPBL, menambah kebahagiaan masyarakat setempat.



