Menu ✖

Mode Gelap

BI Dorong Pertanian Padi Rendah Emisi Lewat Buku CSA–Biochar

10 Feb 2026 · 09:06 WIB ·


					Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro meluncurkan buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)–Biochar untuk peningkatan produktivitas tanaman padi, pada Senin (9/2) di Semarang. Perbesar

Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro meluncurkan buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)–Biochar untuk peningkatan produktivitas tanaman padi, pada Senin (9/2) di Semarang.

Semarang – Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro resmi meluncurkan buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)–Biochar untuk peningkatan produktivitas tanaman padi, pada Senin (9/2) di Semarang.

Peluncuran buku ini menjadi langkah konkret penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, mendorong praktik pertanian berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada upaya penurunan emisi gas rumah kaca di sektor pertanian.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, dalam sambutannya menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas pertanian harus diiringi dengan efisiensi produksi dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Pertanian ke depan tidak cukup hanya produktif, tetapi juga harus efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Inovasi seperti CSA–biochar menjadi bagian penting dari upaya tersebut,” ujarnya.

Teknologi CSA–Biochar merupakan inovasi pertanian berkelanjutan yang mengombinasikan pendekatan adaptif terhadap perubahan iklim dengan pemanfaatan biochar, yakni material padat kaya karbon hasil pirolisis limbah biomassa. Penggunaan biochar terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengefisienkan penggunaan pupuk dan air, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan produktivitas tanaman.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kus Prisetiahadi, menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam mempercepat transformasi sektor pertanian. Menurutnya, sinergi kebijakan, pendampingan teknologi, dan model bisnis yang tepat akan memperkuat daya saing petani nasional.

Peluncuran buku pedoman ini secara resmi dilakukan oleh Direktur Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong implementasi pertanian berkelanjutan secara lebih luas.

“Buku pedoman ini diharapkan tidak hanya menjadi referensi, tetapi juga panduan praktis yang dapat direplikasi di berbagai daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung transisi menuju ekonomi hijau,” kata Kurniawan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Kementerian Pertanian, dan LPPM Universitas Diponegoro. Para narasumber sepakat bahwa penerapan teknologi pertanian adaptif dan rendah emisi merupakan kunci dalam menjawab tantangan perubahan iklim tanpa mengorbankan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Sejak 2025, kolaborasi pengembangan model bisnis pertanian berkelanjutan berbasis CSA–biochar telah diujicobakan melalui kegiatan piloting di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas padi sebesar 6,3 persen, disertai perbaikan kualitas tanah dan efisiensi penggunaan input pertanian.

Ke depan, Bank Indonesia berharap buku pedoman ini dapat menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pertanian dalam memperluas penerapan CSA–biochar di berbagai wilayah, sehingga pertanian Indonesia semakin tangguh, hijau, dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai

20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai

OJK Denda 2,1 Triliun Pihak Terkait Saham DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda total Rp 2,1 triliun kepada pihak-pihak yang terlibat pelanggaran di pasar modal terkait saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

Dari Peringkat Lima ke Dua, Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim

16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Dari Peringkat Lima ke Dua, Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim

Nawal Yasin Dorong Anak Muda Terjun ke Industri Batik Pekalongan

16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Nawal Yasin Dorong Anak Muda Terjun ke Industri Batik Pekalongan

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan

15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar