Rabu, 3 Juni 2026
30.1 C
Semarang

Bank Indonesia Gelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2025 Dorong Penguatan Ekosistem Halal di Jawa Tengah

Berita Terkait

Semarang – Bank Indonesia menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2025 mulai 14–17 Agustus 2025 di Queen City Mall Semarang. Acara ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan Halal Value Chain untuk Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Jawa Tengah” sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia pusat industri halal dunia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPw BI Jateng) bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama, KNEKS, KDEKS, MUI, LPPOM MUI, MES, Baznas, Dekranasda, pondok pesantren, lembaga zakat dan wakaf, serta akademisi dan mitra strategis lainnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menjelaskan,  FAJAR 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem produk halal, keuangan syariah, serta literasi, inklusi, dan gaya hidup halal.

“Festival ini bertujuan menggali potensi ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan, mendorong sinergi sektor riil dan keuangan syariah untuk pembiayaan produktif pelaku usaha syariah, serta mendukung kebijakan utama Bank Indonesia di sektor ekonomi syariah.,” terang Rahmat.

Penyelenggaraan FAJAR 2025 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025.

Sejak Juli 2025, berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian road to FAJAR 2025, di antaranya edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah, pelatihan pelaku usaha syariah, fasilitasi sertifikasi halal bagi Rumah Potong Hewan/Unggas, Juru Sembelih Halal, penyelia halal, serta kegiatan Business Matching pembiayaan syariah. Selain itu, digelar pula Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) pada 22–24 Juli 2025 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan sebagai upaya mengangkat potensi santri dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Untuk mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah, kita berusaha memperkuatnya dari hulu sampai ke hilir,” tegas Rahmat.

FAJAR 2025 secara resmi dibuka pada 14 Agustus 2025 oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra dan sejumlah mitra kerja.

Dalam acara pembukaan ini, diserahkan sejumlah sertifikat halal kepada dua RPH/RPU halal, UMKM produk kain dan makanan-minuman olahan, serta jasa penggilingan daging. Juga dilakukan launching Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, Sehat) di UIN Walisongo, penyerahan bantuan dua sumur bor Program Wakaf Digital bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, dan hasil business matching pembiayaan syariah bersama empat bank syariah, yakni BSI, Bank Muamalat, Bank Jateng Syariah, dan Bank DKI Syariah.

Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Pengembangan Ekosistem Rantai Nilai Halal di Provinsi Jawa Tengah antara Bank Indonesia, Kanwil Kemenag, Disperindag, Disnakkeswan, LPPOM MUI, APMISO, dan HEBITREN Jateng.

Adapun capaian program FAJAR hingga tahun 2025 yaitu: fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.264 UMKM, sertifikasi kompetensi 35 Auditor Halal, 62 Penyelia Halal, 70 Juleha, serta 36 RPH/RPU halal. BI Jateng juga membentuk dua Halal Center di UNISNU Jepara dan UNWaHas Semarang, serta mendorong keikutsertaan 33 pesantren dalam HEBITREN.

Berbagai pencapaian tersebut telah mengantarkan Jawa Tengah meraih prestasi nasional dalam berbagai ajang ekonomi syariah, termasuk juara dalam kategori Wirausaha Muda Syariah, Ponpes Unggulan, Halal Chef Competition, dan Lembaga Ziswaf. Selain itu, sinergi BI se-Jawa Tengah bersama KDEKS juga membuahkan terbentuknya delapan Zona KHAS, termasuk di MAJT dan UIN Walisongo, yang mengantarkan Jawa Tengah meraih Juara 1 Anugerah Adinata Syariah 2025 kategori Zona KHAS.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru