Kamis, 16 April 2026
30 C
Semarang

Laba Melonjak 63%, SBI Pacu Efisiensi dan Inovasi Hijau di Tengah Tekanan Industri

Berita Terkait

Jakarta — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2025 dengan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp266 miliar, tumbuh signifikan 63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan laba ini didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menerapkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya secara disiplin di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Ainul Yaqin, menyampaikan,  capaian tersebut merupakan hasil dari strategi transformasi yang konsisten serta kepercayaan pelanggan terhadap produk dan layanan bernilai tambah.

“Kinerja Solusi Bangun Indonesia membaik, ditandai dengan peningkatan laba dibandingkan tahun lalu, strategi transformasi yang berfokus pada solusi bangunan berkelanjutan, serta program efisiensi untuk mencapai operational excellence,” ujar Ainul Yaqin dalam keterangannya pada Selasa (30/9).

Meski volume dan pendapatan masih tertekan akibat lemahnya permintaan pasar, langkah strategis yang ditempuh perusahaan mampu menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 11,75% dan mengangkat laba kotor sebesar 7,98% menjadi Rp1,03 triliun dari sebelumnya Rp961 miliar. EBITDA juga mengalami pertumbuhan 5,3% menjadi Rp835 miliar dari Rp793 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Sejalan dengan upaya pengendalian biaya, SBI terus memperkuat komitmennya terhadap inisiatif hijau dan dekarbonisasi. Perusahaan memperluas penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif serta energi terbarukan, termasuk tenaga surya.

Salah satu terobosan yang menjadi sorotan adalah penerapan teknologi Hydrogen Rich Gas (HRG) di Pabrik Narogong, yang merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Teknologi ini membantu mengoptimalkan proses pembakaran, meningkatkan efisiensi energi, dan menurunkan emisi karbon.

Hingga pertengahan 2025, sebanyak 51% pendapatan SBI berasal dari produk dan layanan berkelanjutan. Selain memasarkan semen dengan merek Dynamix dan Semen Andalas, perusahaan juga mendorong penggunaan produk turunan seperti beton inovatif bernilai tambah untuk solusi konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

“Tidak hanya memperkuat pasar domestik, SBI juga membidik peluang ekspor melalui proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mampu melayani kebutuhan ekspor hingga satu juta ton per tahun ke Amerika Serikat,” ungkap Ainul.

Di tengah tekanan industri semen nasional akibat rendahnya daya beli dan tertundanya proyek infrastruktur, Solusi Bangun Indonesia tetap fokus memperkuat profitabilitas melalui efisiensi distribusi, inovasi teknologi ramah lingkungan, serta kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan.

“Seluruh strategi tersebut sejalan dengan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2050,” pungkas Ainul.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru