Minggu, 22 Februari 2026
26 C
Semarang

Perjalanan Pembangunan Jepara di Era Bupati Witiarso Utomo

Berita Terkait

JEPARA – Bupati Jepara Witiarso Utomo (Wiwit) memimpin langsung percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Jepara. Dia membuktikan Jepara Mulus tak hanya retorikan dan angan, tetapi benar-benar kenyataan.

Mulus sendiri akronim dari Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius.

Dengan komitmen kuat membenahi fondasi ekonomi daerah, Wiwit menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi tahun gas pol untuk membangun konektivitas antarkecamatan melalui perbaikan jalan, irigasi, dan drainase secara menyeluruh.

Sejak awal tahun, suara alat berat—vibro roller, excavator, mixer beton, hingga truk material—mengisi banyak kecamatan dari pagi hingga petang. Dari Welahan sampai Donorojo, dari Nalumsari hingga Bangsri, pembangunan berlangsung paralel. Jepara kini tampak seperti “bengkel raksasa” yang bergerak tanpa jeda.

Instruksi Tegas Bupati: Infrastruktur Harus Selesai, Ekonomi Harus Bergerak

Bupati Wiwit menyebut pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pelayanan publik.

“Tahun ini tidak ada kompromi. Jalan harus mulus, irigasi harus lancar, dan akses antarwilayah harus tersambung. Ini kebutuhan dasar warga Jepara,” tegas Wiwit.

Untuk itu, Pemkab Jepara menggelontorkan Rp 40 miliar untuk proyek infrastruktur 2025, mencakup: Pembangunan drainase: Rp 12,3 miliar. Rehabilitasi jembatan: Rp 4,5 miliar. Pembangunan jalan: Rp 6,9 miliar. Pemeliharaan rutin & berkala: ± Rp 11,3 miliar

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, Heri Yulianto, menegaskan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, termasuk perbaikan sistem drainase.

“Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan Rp37 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di wilayah Jepara, serta anggaran terpisah sebesar Rp143 miliar untuk pekerjaan overlay sepanjang 77,43 kilometer,” imbuh Heri.

Selain APBD Jepara, dukungan Provinsi Jawa Tengah menambah tenaga dengan paket pekerjaan jalan senilai ± Rp 37 miliar, termasuk overlay puluhan kilometer di jalur strategis.

Salah satu proyek prioritas adalah rehabilitasi Jembatan Kali Sengon—akses utama Jepara–Kudus—bernilai Rp 3,37 miliar.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa

Jepara adalah sentra industri mebel dan pertanian. Perbaikan konektivitas terbukti memperlancar distribusi barang: Risiko kerusakan produk mebel berkurang. Ongkos logistik turun. Pengiriman lebih tepat waktu.

Di sektor pertanian, jalan usaha tani dan irigasi yang membaik membuat distribusi panen jauh lebih cepat dan hemat biaya.

Dampak sosial juga signifikan. Anak sekolah lebih aman berangkat tanpa drama jalan rusak, dan akses desa wisata menjadi lebih nyaman sehingga meningkatkan kunjungan dan omzet UMKM.

Kerja Lapangan Berjalan Masif

Kepala DPUPR Jepara, Hery Yuliyanto, menegaskan bahwa tahun ini menjadi fase pembangunan paling intens:

“Dari target 350 km, perbaikan sudah mencapai 335 km pada 128 ruas. Begitu satu ruas selesai, tim langsung pindah ke titik berikutnya.”

Pantauan lapangan menunjukkan:

Jepara Kota: pengaspalan dan pemadatan intensif

Kedung: penataan drainase dan betonisasi

Mlonggo: betonisasi dan revitalisasi saluran irigasi

Bupati Ajak Warga Ikut Menjaga

Bupati Wiwit menegaskan pembangunan harus dibarengi partisipasi publik.

“Pemerintah membangun, warga merawat. Bukan hanya selesai hari ini, tapi bertahan lama. Semua wilayah akan kami tuntaskan bertahap,” tegasnya.

Salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah tersumbatnya drainase. Karena itu masyarakat diminta aktif menjaga saluran air di lingkungannya.

Menuju Jepara Mulus

Dengan anggaran besar, dukungan provinsi, mobilisasi alat berat tanpa henti, dan dukungan publik yang makin menguat, Bupati Wiwit optimistis Jepara memasuki fase pembangunan paling progresif dalam beberapa tahun terakhir.

Jalan yang mulus bukan sekadar soal kenyamanan—tetapi penggerak ekonomi, penopang pendidikan, peningkat daya saing wisata, serta penanda bahwa Jepara sedang melangkah maju.

“Jepara sedang ngebut. Dan target Jepara Mulus bukan mimpi—ini sedang menjadi kenyataan,” tutup Bupati Wiwit.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru