Menu ✖

Mode Gelap

Kisah di Atas Rel: Ratusan Ribu Turis Asing Pilih Kereta Api untuk Mengenal ‘Wajah Asli’ Indonesia

14 Des 2025 · 08:03 WIB ·


					Kisah di Atas Rel: Ratusan Ribu Turis Asing Pilih Kereta Api untuk Mengenal ‘Wajah Asli’ Indonesia Perbesar

SEMARANG – Tak hanya menawarkan efisiensi, perjalanan kereta api di Jawa Tengah kini menjadi jendela bagi turis mancanegara untuk merasakan denyut nadi Indonesia yang sesungguhnya. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mencatat fenomena signifikan: sebanyak 28.142 wisatawan mancanegara (wisman) telah menggunakan kereta api jarak jauh dari Kota Semarang sepanjang Januari hingga November 2025.

Angka ini melonjak 17% dibanding periode yang sama tahun 2024, yang sebanyak 23.998 wisman. Lonjakan ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti pergeseran tren wisata. Para pelancong global semakin meninggalkan perjalanan tertutup yang serba instan, dan beralih mencari “authentic travel experience”, pengalaman otentik yang hanya bisa didapat dengan menyelami kehidupan lokal.

“Kota Semarang tetap menjadi gerbang utama dan titik keberangkatan terfavorit di wilayah operasi kami,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif di Semarang, Sabtu (13/12/2025). Dari tiga stasiun di kota ini, Stasiun Semarang Tawang mendominasi dengan 21.563 penumpang wisman, disusul Semarang Poncol (6.522 penumpang), dan Alastua (57 penumpang).

Luqman menegaskan, geliat ini membawa dampak ekonomi berantai yang positif. “Setiap kedatangan dan keberangkatan turis asing ini menggerakkan roda ekonomi di sekitar stasiun. Mulai dari usaha kuliner khas, pedagang oleh-oleh UMKM, hingga jasa pemandu lokal ikut merasakan dampaknya,” paparnya.

Yang menarik, kereta api dinilai menghadirkan “human touch” yang hangat dan inklusif. “Perjalanan kereta memberi sensasi berbeda. Bukan hanya bergerak dari titik A ke B, tapi juga menjadi ruang interaksi langsung dengan masyarakat lokal dan lanskap pedesaan yang memesona. Ini yang membuat mereka merasa lebih dekat dengan budaya Indonesia,” tambah Luqman.

Pandangan tersebut diamini oleh salah satu turis asing. Thomas Müller (34), seorang desainer asal Berlin, Jerman, yang baru saja turun dari kereta di Stasiun Tawang, membagikan pengalamannya.

“Saya sengaja memilih kereta dari Yogyakarta ke Semarang. Ini pengalaman yang sangat manusiawi. Anda bisa melihat kehidupan sehari-hari berlangsung di luar jendela, berinteraksi dengan keluarga Indonesia di dalam kereta, dan merasakan rhythm negara ini yang sebenarnya,” ujarnya dengan antusias. “Di bandara atau bus wisata, semuanya terasa steril. Tapi di kereta, Anda adalah bagian dari kehidupan itu. Fasilitasnya bersih dan cukup nyaman untuk perjalanan beberapa jam”, imbuhnya.

PT KAI Daop 4 Semarang menyatakan komitmennya untuk terus berbenah. “Kami menangkap apresiasi ini. Ke depan, kami akan memperkuat layanan dan integrasi antarmoda agar kereta api semakin mulus menjadi urat nadi ekosistem pariwisata nasional,” pungkas Luqman Arif.

Dengan langkah strategis tersebut, kereta api tidak hanya akan menjadi tulang punggung transportasi, tetapi juga “cultural connector” yang kuat, menjembatani hati para pelancong dunia dengan kekayaan alam dan budaya Nusantara yang tak ternilai.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Kajati Jateng Teguh Subroto yang Juga Deputy CdM Kontingen Indonesia Siap Dampingi Atlet di Asian Para Games 2026

11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Kajati Jateng Teguh Subroto yang Juga Deputy CdM Kontingen Indonesia Siap Dampingi Atlet di Asian Para Games 2026

Gubernur Cup Hard Enduro Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Kendal

11 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Gubernur Cup Hard Enduro Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Kendal

824 Peserta Meriahkan Pembukaan Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah

10 Oktober 2026 - 18:51 WIB

824 Peserta Meriahkan Pembukaan Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

10 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

PLN Journalist Awards 2026 Dibuka, Jurnalis Berebut Posisi di Indonesia Top 81

10 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica dengan kapasitas 180 megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. PLTA yang berdiri sejak tahun 1988 ini menjadi salah satu pembangkit hijau penopang sistem kelistrikan Jawa dan Bali.

Pamor Wicaksono Terima Penghargaan Nasional, Komitmen Bangun Brebes Berkelanjutan

10 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Pamor Wicaksono Terima Penghargaan Nasional, Komitmen Bangun Brebes Berkelanjutan
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar