Kamis, 16 April 2026
29 C
Semarang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Bertambah Jadi 16 Orang, Identifikasi Korban Masih Berlangsung

"Polisi Bentuk Posko Bantuan Keluarga Korban"

Berita Terkait

SEMARANG – Tragedi kecelakaan bus di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Semarang, terus menyisakan duka mendalam. Data terbaru menunjukkan korban tewas mengalami peningkatan menjadi 16 orang, sementara 19 penumpang lainnya masih berjuang di ruang perawatan intensif sejumlah rumah sakit di Kota Semarang.

Korban Tewas Disemayamkan di Dua Rumah Sakit, Proses Identifikasi Berjalan Hati-hati

Kecelakaan yang mengguncang dini hari Senin pagi (22/12/2025), kini meninggalkan jejak kepiluan yang lebih dalam. Dari 16 jenazah yang berhasil dievakuasi, 15 di antaranya disemayamkan di kamar jenazah RSUP dr. Kariadi Semarang, sedangkan satu korban lainnya berada di RSUD Tugu Semarang.

Proses identifikasi terhadap korban tewas masih dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh tim kedokteran kepolisian bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Verifikasi data ini diperlukan untuk memudahkan proses penyerahan jenazah kepada keluarga yang datang dari berbagai daerah, termasuk Jakarta sebagai kota asal keberangkatan bus.

Korban Selamat Masih dalam Pemantauan Ketat, Sebagian dalam Kondisi Kritis

Sementara itu, puluhan korban yang selamat masih menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit utama, yakni RSUD Tugu Semarang, RS Columbia Asia, dan RS Elisabeth. Sebagian dari mereka dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan terus dipantau ketat oleh tim medis.

Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, yang diwakili Kombes Pol. Pratama Adyasastra, menyatakan bahwa penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan masih terus berlangsung. “Kami masih melakukan penyelidikan menyeluruh di lokasi, serta memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan yang sebenarnya,” jelas Pratama.

Penyebab Diduga Faktor Kecepatan, Polisi Bentuk Posko Bantuan Keluarga Korban

Hasil olah TKP sementara mengindikasikan bahwa bus PO. Cahaya Trans tersebut melaju dengan kecepatan tinggi saat memasuki tikungan exit tol Krapyak. Faktor kecepatan dan kemungkinan kondisi pengemudi masih menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut.

Kepolisian juga telah membentuk posko bantuan untuk keluarga korban guna mempermudah proses identifikasi dan administrasi. “Kami mengingatkan kepada seluruh pengemudi angkutan umum khususnya, untuk lebih memperhatikan keselamatan dan kondisi fisik saat mengemudi, terutama di masa puncak arus Nataru seperti ini,” tegas Pratama.

Tragedi ini menjadi pengingat mahal bahwa kecepatan dan kelalaian kecil di jalan dapat berubah menjadi petaka besar. Bagi keluarga korban yang berdatangan dari Jakarta dan kota lainnya, musim libur Nataru 2025 kini berbalut duka yang tak terperi. Pesan keselamatan pun kembali menggema, tiada tujuan yang lebih penting daripada keselamatan nyawa dalam setiap perjalanan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru