Jumat, 24 April 2026
29.8 C
Semarang

BTN Genjot KPR di Jateng–DIY, Perkuat Akses Rumah dan Dorong Ekonomi

Berita Terkait

Semarang, 24 April 2026 — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) semakin agresif mendorong pembiayaan perumahan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui percepatan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN tidak hanya menjawab tingginya kebutuhan hunian, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor properti.

Komitmen tersebut ditunjukkan lewat partisipasi BTN dalam REI Expo I Tahun 2026 yang digelar oleh DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di DP Mall Semarang. Ajang ini menjadi wadah sinergi antara perbankan, pengembang, dan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jateng–DIY, Fitri Novianty Ratna Kusuma, mengungkapkan bahwa tren penyaluran KPR di wilayah tersebut terus menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, BTN berhasil menyalurkan lebih dari 11.000 unit KPR dengan nilai mencapai Rp1,9 triliun, atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran telah menyentuh lebih dari 2.000 nasabah dengan total kredit sebesar Rp338 miliar.

“Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa kebutuhan akan hunian tetap menjadi prioritas masyarakat. BTN hadir bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai institusi yang mengawal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kepemilikan rumah bagi segmen menengah ke bawah,” ujar Fitri di sela pembukaan REI Expo di Semarang, Jumat (24/4).

Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak sektor turunan. Mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ekosistem properti.

“Percepatan penyaluran KPR tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian nasional,” tambahnya.

Untuk memanfaatkan momentum tersebut, BTN menghadirkan berbagai program pembiayaan kompetitif selama pameran berlangsung. Di antaranya suku bunga mulai dari 2,65 persen fixed rate selama tiga tahun, tenor hingga 30 tahun, serta beragam kemudahan biaya seperti diskon provisi dan administrasi. Program ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus mempercepat realisasi kepemilikan rumah.

Sejalan dengan transformasi beyond mortgage, keikutsertaan BTN dalam REI Expo juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi. Tidak hanya berfokus pada pembiayaan, BTN juga mendorong kemudahan transaksi serta mendukung gaya hidup nasabah secara menyeluruh.

“Kami mengundang masyarakat untuk mengunjungi booth BTN dan memanfaatkan berbagai kemudahan yang kami tawarkan. Kami ingin memastikan bahwa memiliki rumah bukan lagi sekadar impian, tetapi menjadi sesuatu yang semakin terjangkau dan dapat diwujudkan,” kata Fitri.

Ke depan, BTN akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat inklusi perumahan dan keuangan di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi perseroan sebagai mitra utama pemberdayaan finansial keluarga Indonesia, sekaligus menegaskan komitmennya dalam membantu masyarakat memiliki rumah sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru