SEMARANG – PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) terus mengintensifkan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur Ruas Tol Batang-Semarang. Komitmen ini merupakan upaya strategis untuk menjaga keandalan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol.
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi rekonstruksi perkerasan (Surface Friction Overlay/SFO), perbaikan lereng, serta pemeliharaan jembatan dan struktur pelengkap. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi teknis serta inspeksi rutin.
Fokus rekonstruksi SFO ditujukan pada segmen dengan volume lalu lintas tinggi. Tujuannya adalah mengembalikan kondisi perkerasan agar tetap rata, memiliki daya cengkeram optimal, dan nyaman dilalui kendaraan.
“Pemeliharaan jalan tol tidak hanya berfokus pada kenyamanan, tetapi juga pada aspek keselamatan dan keandalan jangka panjang,” jelas Direktur Utama PT JSB, Nasrullah, dalam rilis resmi, Kamis (15/1/2026).
Selain pengerasan, perusahaan juga melakukan perbaikan dan penguatan lereng di sejumlah titik rawan. Pekerjaan meliputi penataan drainase, perkuatan struktur tanah, dan pemeliharaan saluran air untuk mencegah erosi dan longsor, terutama pada musim hujan.
Pemeliharaan mencakup inspeksi berkala pada jembatan dan komponennya, seperti expansion joint dan bearing. Tujuannya memastikan seluruh struktur tetap andal menopang beban lalu lintas. Perbaikan segera dilakukan jika ditemukan indikasi penurunan kondisi.
Dalam pelaksanaannya, PT JSB menerapkan manajemen lalu lintas ketat untuk meminimalkan gangguan. Setiap lokasi pekerjaan dilengkapi rambu peringatan sementara, pengaturan lajur, dan pengawasan petugas lapangan.
Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu, mengatur kecepatan, dan menjaga jarak aman saat melintasi area pekerjaan. Sinergi antara pengelola dan kedisiplinan pengguna dinilai kunci menciptakan keselamatan bersama.
Melalui pemeliharaan berkelanjutan ini, PT JSB berharap Ruas Tol Batang-Semarang dapat terus mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas logistik, dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara aman dan optimal.



