Menu ✖

Mode Gelap

Warga Jepara Tewas Hanyut di Sungai Jlegong, Ditemukan Tim SAR Setelah 11 Jam Pencarian

31 Jan 2026 · 09:33 WIB ·


					Warga Jepara Tewas Hanyut di Sungai Jlegong, Ditemukan Tim SAR Setelah 11 Jam Pencarian Perbesar

JEPARA – Seorang warga Desa Jlegong, Kabupaten Jepara, Dul Rohman (65), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut di Sungai Jlegong. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pada Jumat malam (30/1/2026) setelah pencarian intensif selama 11 jam.

Korban diketahui pergi ke kebun sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB untuk menanam singkong. Namun hingga siang hari, keluarga mulai khawatir karena Dul Rohman tidak kunjung pulang.

Awal Tragedi: Cangkul dan Bekas Terpeleset di Tepi Sungai

Keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian di sekitar kebun dan tepi sungai. Mereka menemukan cangkul milik korban serta bekas terpleset di tepi Sungai Jlegong yang menguatkan dugaan korban terjatuh dan hanyut terbawa arus.

Kepala Desa Jlegong, Tono, segera melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Pos SAR Jepara. Laporan diterima pada pukul 14.30 WIB.

“Kami menerima laporan jam 14.30 WIB dan segera mengerahkan satu tim dari Pos SAR Jepara menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR air lengkap,” jelas Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang.

Operasi Pencarian: Sinergi Tim SAR dan Warga

Setibanya di lokasi, Tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan warga setempat. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran Sungai Jlegong dengan berbagai peralatan pendukung, termasuk:

· Peralatan selam lengkap
· Aqua Eye (alat pencari bawah air)
· Alat komunikasi lapangan

Tim melakukan penyisiran sistematis dan fokus pada area lokasi awal korban diduga terpeleset. Meski kondisi sungai yang cukup dalam dan gelap, pencarian terus dilakukan hingga malam hari.

Korban Ditemukan di Kedalaman 7 Meter

Setelah berjuang melawan waktu dan kondisi sungai, tim akhirnya berhasil menemukan korban pada pukul 20.17 WIB.

“Alhamdulillah tim berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dari dasar sungai setelah diselami sedalam 7 meter. Ditemukan dalam keadaan MD (meninggal dunia),” jelas Budiono.

Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati mengingat kedalaman dan kondisi sungai. Korban kemudian dibawa ke darat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Apresiasi untuk Tim SAR dan Solidaritas Warga

Budiono menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian ini. “Terima kasih untuk tim SAR gabungan yang sudah berusaha keras hingga korban dalam waktu singkat bisa berhasil ditemukan dan dievakuasi,” pungkasnya.

Solidaritas warga Desa Jlegong juga patut diapresiasi. Sejak awal kejadian, mereka aktif membantu pencarian dan memberikan dukungan logistik kepada tim SAR.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di daerah dengan topografi berbukit dan aliran sungai yang deras seperti di Kecamatan Keling, Jepara.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  1. Tidak beraktivitas sendirian di area sungai yang berisiko
  2. Memberitahu keluarga ketika akan beraktivitas di lokasi rawan
  3. Memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di alam terbuka
  4. Mengenali karakteristik sungai setempat, terutama saat musim penghujan

Keluarga Dul Rohman saat ini sedang menjalani masa duka. Warga sekitar bergotong royong memberikan dukungan moril dan materil kepada keluarga yang ditinggalkan.

Jenazah telah dimakamkan sesuai tradisi dan kepercayaan setempat, diiringi duka mendalam dari seluruh warga Desa Jlegong.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

10 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

PLN Journalist Awards 2026 Dibuka, Jurnalis Berebut Posisi di Indonesia Top 81

10 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica dengan kapasitas 180 megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. PLTA yang berdiri sejak tahun 1988 ini menjadi salah satu pembangkit hijau penopang sistem kelistrikan Jawa dan Bali.

Pamor Wicaksono Terima Penghargaan Nasional, Komitmen Bangun Brebes Berkelanjutan

10 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Pamor Wicaksono Terima Penghargaan Nasional, Komitmen Bangun Brebes Berkelanjutan

10 Tokoh Raih Penghargaan FPPB, Ahmad Luthfi Minta Pemimpin Terus Berinovasi

10 Oktober 2026 - 06:23 WIB

10 Tokoh Raih Penghargaan FPPB, Ahmad Luthfi Minta Pemimpin Terus Berinovasi

Dua Siswa SD Berani Tampil di Depan Wagub Taj Yasin, Pulang Bawa Hadiah

9 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Dua Siswa SD Berani Tampil di Depan Wagub Taj Yasin, Pulang Bawa Hadiah

224 Mahasiswa NTT Korban Gempa Terima Bantuan Kos Rp 374,2 Juta dari Ahmad Luthfi

9 Oktober 2026 - 17:28 WIB

224 Mahasiswa NTT Korban Gempa Terima Bantuan Kos Rp 374,2 Juta dari Ahmad Luthfi
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar