Selasa, 10 Februari 2026
25 C
Semarang

Awal Tahun Cerah: Bandara Ahmad Yani Semarang Layani Lebih dari 200 Ribu Penumpang

Catat Rekor, Bandara Ahmad Yani Semarang Layani 201 Ribu Penumpang Januari 2026

Berita Terkait

SEMARANG – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang membuka lembaran 2026 dengan catatan kinerja positif. Pada bulan Januari 2026, bandara kebanggaan Jawa Tengah ini melayani 201.392 penumpang, angka yang tumbuh 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 189.151 penumpang.

Peningkatan signifikan tidak hanya terjadi pada pergerakan penumpang. Pergerakan pesawat (baik landing maupun take-off) juga meroket dengan pesat. Januari 2026 mencatat 2.092 pergerakan pesawat, melonjak 40,1 persen dari Januari 2025 yang hanya 1.493 pergerakan.

“Peningkatan pergerakan penumpang dan pergerakan pesawat ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat dengan transportasi udara semakin meningkat serta semakin banyaknya frekuensi penerbangan maskapai dari dan ke Semarang,” jelas General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto.

Dominasi Penerbangan Domestik, Jakarta Tujuan Utama

Dari total penumpang yang dilayani, ruute domestik masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 187.061 penumpang atau setara dengan 92 persen. Sementara itu, penerbangan internasional ke dua destinasi yang saat ini dilayani, Kuala Lumpur dan Singapura, menyumbang 14.331 penumpang (8%).

Analisis rute menunjukkan bahwa Jakarta masih menjadi tujuan utama dengan pangsa mencapai 47 persen dari total penumpang. Diikuti oleh Banjarmasin (11%), Pangkalanbun (7%), Balikpapan (7%), dan Denpasar (7%). Pola ini mengindikasikan kuatnya konektivitas Semarang dengan ibukota dan kota-kota strategis di Kalimantan serta Bali.

Momentum Menyambang Angkutan Lebaran dan Kontribusi Ekonomi

Menghadapi peningkatan traffic ini, manajemen bandara menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan. Apalagi, momen Angkutan Lebaran 2026 sudah di depan mata.

“Bandara berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kebandarudaraan yang andal melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” tegas Sulistyo Yulianto.

Optimisme pun terpancar dari capaian awal tahun ini. Sulistyo meyakini momentum pertumbuhan ini dapat dipertahankan sepanjang 2026, sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan konektivitas wilayah Semarang dan Jawa Tengah secara keseluruhan.

Catatan Redaksi

Angka 201.392 penumpang di awal tahun bukan sekadar statistik. Ia adalah denyut nadi ekonomi dan mobilitas masyarakat Jawa Tengah yang semakin hidup. Peningkatan hampir 7% ini adalah sinyal optimis pascapandemi, sekaligus bukti kepercayaan publik terhadap transportasi udara sebagai pilihan yang efisien.

Namun, di balik grafik yang naik, tersimpan beberapa catatan penting. Pertama, ketergantungan yang masih sangat tinggi pada rute Jakarta (47%) menunjukkan bahwa pola mobilitas masih terpusat. Ini adalah peluang sekaligus tantangan, perlukah diversifikasi rute yang lebih agresif ke kota-kota sekunder lain di Indonesia atau penambahan rute internasional baru untuk mengurangi ketergantungan dan menyebarkan manfaat ekonomi?

Kedua, lonjakan pergerakan pesawat hingga 40% adalah angka yang fantastis, namun ia juga menguji ketangguhan infrastruktur dan layanan bandara. Apakah kapasitas terminal, jumlah garbarata, atau sistem bagasi sudah siap untuk pertumbuhan yang berkelanjutan? Peningkatan kuantitas harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan yang setara, agar pertumbuhan tidak berujung pada kepadatan dan ketidaknyamanan.

Ketiga, momen Angkutan Lebaran yang akan datang adalah ujian sesungguhnya. Lonjakan penumpang di bulan biasa sudah signifikan; puncak musiman dipastikan akan memberikan tekanan ekstrem. Kesiapan menyambut hal ini, mulai dari manajemen antrean, penambahan personel, hingga koordinasi dengan maskapai, harus dipersiapkan dari sekarang.

Pada akhirnya, bandara bukan sekadar tempat pesawat mendarat. Ia adalah pintu gerbang dan wajah pertama sebuah daerah. Setiap peningkatan angka adalah kabar baik, tetapi yang lebih penting adalah kemampuan untuk mentransformasi angka itu menjadi pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi setiap penumpang. Semoga momentum positif awal tahun ini menjadi fondasi untuk membangun Bandara Ahmad Yani Semarang yang tidak hanya sibuk, tetapi juga cerdas dan berkelas.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru