Minggu, 24 Mei 2026
26 C
Semarang

OJK Optimis Kinerja Perbankan Tetap Solid hingga Akhir Tahun

Berita Terkait

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa kinerja sektor perbankan diperkirakan tetap solid hingga akhir tahun 2025. Hal itu tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) Triwulan IV-2025 yang dilakukan pada Oktober 2025 dengan melibatkan 102 bank, mewakili 99,25 persen aset perbankan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa perbankan memasuki akhir tahun dengan keyakinan kuat terhadap prospek usaha dan stabilitas risiko.

“Indeks Orientasi Bisnis Perbankan mencapai 66, yang menempatkannya di zona optimis. Ini menunjukkan bahwa pelaku industri meyakini kinerja perbankan akan tetap terjaga hingga akhir tahun, sejalan dengan ekspektasi membaiknya kondisi makroekonomi domestik,” ujarnya.

Optimisme tersebut didukung oleh menguatnya Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) menjadi 63, kembali ke zona optimis. Menurut Dian, proyeksi penurunan BI Rate serta menguatnya nilai tukar rupiah menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan pelaku industri.

“Pasar melihat ruang penguatan ekonomi, terutama didorong oleh kondisi likuiditas yang membaik dan stabilitas nilai tukar yang mendukung aktivitas kredit,” kata Dian.

OJK juga mencatat bahwa konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan meningkat, diperkuat oleh stimulus pemerintah melalui program 8+4+5. “Daya beli yang menguat tentu akan mendorong permintaan barang dan jasa, tetapi bersamaan dengan itu inflasi juga berpotensi naik akibat peningkatan aktivitas ekonomi,” jelas Dian.

Dari sisi stabilitas, Indeks Persepsi Risiko (IPR) tercatat sebesar 57, tetap berada pada zona optimis. Menurut Dian, ini menunjukkan bahwa risiko industri terjaga.

“Kualitas kredit masih solid, dengan posisi devisa netto tetap rendah. Mayoritas bank juga memiliki long position valas sehingga lebih siap menghadapi volatilitas global,” tambahnya.

Meski begitu, perbankan memproyeksikan penurunan net cashflow dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan cash outflow diperkirakan terjadi karena meningkatnya penarikan dana untuk kebutuhan operasional serta pembayaran belanja pemerintah daerah di akhir tahun.

Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) yang mencapai 78 menjadi sinyal bahwa bank optimis terhadap pertumbuhan kredit. Permintaan kredit diperkirakan meningkat, terutama pada sektor industri pengolahan yang tumbuh 8,64 persen (yoy) pada September 2025, serta sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor pengangkutan dan pergudangan yang masing-masing tumbuh 19,15 persen dan 19,32 persen (yoy).

“Pipeline kredit menunjukkan ruang ekspansi yang kuat dan sektor-sektor utama penopang ekonomi masih menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Dian.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga diproyeksikan tumbuh. Hal ini sejalan dengan strategi bank untuk menjaga likuiditas dan memenuhi kebutuhan pembiayaan kredit.

Menjelang akhir 2025, OJK juga meminta bank menilai capaian Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun berjalan. Hasilnya, sebagian besar bank optimis bahwa target kredit dan DPK akan tercapai.

“Bank telah mengukur kemampuan internalnya, dan mayoritas menyampaikan bahwa target kredit maupun DPK di RBB 2025 dapat terealisasi sesuai rencana,” tegas Dian.

SBPO sendiri dilakukan OJK setiap triwulan untuk memantau arah perekonomian, persepsi risiko, dan orientasi bisnis perbankan. Indeks yang dihasilkan mencerminkan keyakinan pelaku industri terhadap kondisi ekonomi dan arah bisnis dalam tiga bulan ke depan.

“Secara historis, SBPO cukup akurat dalam memprediksi arah indikator makroekonomi maupun perbankan. Karena itu, hasil survei ini menjadi referensi penting kami dalam menetapkan kebijakan pengawasan,” tutup Dian.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru