BATANG – Seorang nelayan bernama Eko Kudiran (32) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Muara Kali Sambong, Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (8/2/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Basarnas Kantor SAR Semarang bersama tim gabungan segera meluncurkan operasi pencarian untuk menemukan korban.
Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, insiden bermula saat Eko, yang sedang melaut, hendak memeriksa kerusakan pada kapalnya. Baling-baling kapal didapati tidak berputar. Dengan menggunakan alat selam tradisional, Eko pun menyelam ke bawah kapal untuk memeriksanya.
“Rekan korban yang ada di lokasi, Subandriyo, curiga karena korban tidak muncul-muncul ke permukaan. Ia memutuskan terjun ke air untuk memeriksa dan melihat korban sudah terjepit di antara baling-baling kapal,” jelas Budiono.
Upaya Penyelamatan yang Berakhir Naas
Melihat rekannya terjepit, Subandriyo segera naik ke permukaan dan bergegas ke ruang kemudi untuk memutar kemudi kapal, dengan harapan melepaskan jepitan. Namun, upaya itu justru berakhir tragis.
“Saat korban terlepas dari jepitan baling-baling, ia justru terseret arus air yang kuat dan menghilang. Saksi sempat melihat rekannya hanyut dan berusaha menolong, tetapi korban keburu tenggelam dan menghilang dari pandangan,” tambah Budiono.
Operasi Pencarian Diperluas, Cuaca Menjadi Tantangan
Menanggapi laporan tersebut, Basarnas Semarang langsung mengerahkan satu tim SAR dengan peralatan lengkap, termasuk perahu karet. Pencarian difokuskan di area muara sungai Sambong dan diperluas dengan penyisiran di sepanjang pantai Batang.
Operasi pencarian ini menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi cuaca di lokasi pada hari kejadian dilaporkan mendung dan sempat diguyur hujan deras, yang berpotensi mempengaruhi visibilitas dan kekuatan arus air.
“Kami berharap tim diberi kemudahan untuk bisa segera menemukan dan mengevakuasi korban,” pungkas Budiono, menyampaikan harapannya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.



