Portaljateng – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam diingatkan untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana peningkatan kualitas iman, pengendalian diri, serta penguatan kepedulian sosial.
Hal tersebut disampaikan Muchsin, salah satu dai yang tergabung dalam FKPM Polda Jawa Tengah, sekaligus dai dari LDII Jateng.
Menurutnya, Ramadan bukanlah sekadar ibadah tahunan, melainkan momen penting dalam pembentukan karakter spiritual dan sosial masyarakat.
“Puasa merupakan sarana untuk melatih jiwa dan raga kita agar lebih dekat dengan ketaatan kepada Allah SWT,” ujar pria yang juga merupakan dosen di STIKES Semarang itu.
Ia menerangkan, dalam surah Al Baqarah ayat 183 menegaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan untuk mencapai sebuah derajat ketaqwaan pada Allah SWT.
Menurutnya, taqwa juga berarti sebuah kesadaran yang mendalam bahwa Allah selalu mengawasi kita dalam setiap keadaan.
“Orang yang bertaqwa akan selalu menjaga dirinya dari perbuatan dosa, baik dalam kondisi terang-terangan maupun tersembunyi. Dalam pengertian lain ditegaskannya, bahwa taqwa juga berarti mampu mengerjakan semua yang menjadi perintah dari Allah SWT dan mengendalikan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah SWT,” imbuhnya.
Lebih lanjut, terangnya, dalam sebuah riwayat hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Ibni Khuzaimah, menyatakan bahwa hakikat puasa itu tidak hanya sebatas menahan hal-hal yang membatalkan puasa saja seperti makan dan minum. Namun puasa adalah menjaga beberapa anggota badan dari beberapa hal negatif seperti berkata dusta, mencela, ghibah, dan berbuat aniaya lainnya.
“Dan puasa itu mengerjakan ibadah lain yang diridhoi oleh Allah SWT. Seperti mengerjakan ibadah sholat sunah membaca Alquran, berdzikir, sedekah dan amalan kebaikan lainnya,” katanya.
Bulan Ramadan, ia melanjutkan, adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, penuh dengan lipatan pahala, dan ampunan dari Alllah SWT.
Selain itu, di bulan yang suci ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu.
Tak lupa, dalam paparannya, pada bulan Ramadan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”.
Untuk mensukseskan ibadah di bulan Ramadan, dirinya memberikan tips beberapa target ibadah yang bisa diamalkan.
Yang pertama sukses ibadah puasa penuh selama Ramadan dengan diniatkan mencari ridho Allah SWT.
Kedua, suskes salat tarawih dan qiyamul lail secara konsisten setiap malam.
Ketiga sukses tadarus Alquran hingga mengkhatamkan minimal satu kali selama bulan Ramadan.
Keempat sukses itikaf & lailatur qadar dengan ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan untuk mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar.
“Dan yang terakhir sukses zakat fitrah sebelum Idul Fitri sebagai penyempurna ibadah puasa dan bentuk kepedulian sosial,” terangnya.



