Semarang – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah manifestasi nyata dari kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga negara atas pangan yang berkualitas. Untuk itu Komisi IX DPR RI hadir bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan tepat.
Pemerintah kembali menggelar sosialisasi program MBG yang kali ini bertempat di GOR Desa Butuh, Kab. Semarang pada Sabtu, (14/2). Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris, Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida, Perwakilan BGN Iskandar, serta Pimpinan Ponpes Nurul Islam Tengaran Abdul Fattah Ismail Farras.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris menjelaskan bahwa program MBG ini sudah dirancang sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat gizi dan kesehatan masyarakat sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Program MBG ini tidak hanya berkontribusi dalam pembentukan sumber daya manusia yg unggul, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan petani, nelayan, serta pelaku UMKM dan perluasan kesempatan kerja. Efektivitas program sangat bergantung pada pengendalian kualitas gizi, akurasi penerima manfaat, keterbukaan dlm pelaksanaan, serta keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan” papar Muh Haris.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, yang memiliki tanggung jawab di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan. Program MBG tentunya menjadi kebijakan baru yang harus dikawal bersama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
“Saya berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan efektif. Pengawasan dan dukungan kebijakan yang konsisten sangat dibutuhkan agar pelaksanaan di lapangan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi elemen kunci dalam mewujudkan keberhasilan program ini dan tata kelola yang transparan serta akuntabel,” jelas Muh Haris.
Melalui koordinasi lintas sektoral yang melibatkan lembaga legislatif dan eksekutif, rantai pasok makanan diarahkan untuk menyerap komoditas unggulan dari petani dan peternak lokal di setiap daerah.
Transformasi menuju Indonesia Maju hanya dapat dicapai jika fondasi kesehatan dan kecerdasan generasi penerusnya dibangun di atas pilar gizi yang kokoh. Diperlukan kolaborasi multi-helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk mengawal efektivitas program MBG. Dengan pengawasan yang ketat dan evaluasi berbasis data (evidence-based policy), pemerintah optimis bahwa investasi gizi hari ini akan membuahkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.*



