Menu ✖

Mode Gelap

Tambang Pasir di Banyumas Diduga Picu Bencana, Pemprov Jateng Siap Ambil Langkah Tegas

14 Feb 2026 · 19:40 WIB ·


					Tambang Pasir di Banyumas Diduga Picu Bencana, Pemprov Jateng Siap Ambil Langkah Tegas Perbesar

BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjaui aktivitas penambangan pasir di Dusun Blembeng, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, yang dilaporkan merusak lingkungan.

Hal ini disampaikan Wagub mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menanggapi keluhan warga terkait bencana banjir lumpur yang berulang kali melanda wilayah tersebut.

“Itu nanti segera kita tinjau dan tangani. Kalau memang terbukti mengganggu, akan kita hentikan sementara sembari berkoordinasi dengan pihak perizinan,” ujar Taj Yasin dalam acara Gubernur Menyapa di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu, 14 Februari 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menambahkan, pihaknya tidak akan berkompromi dengan aktivitas tambang yang membahayakan nyawa dan ekosistem.

Sebelumnya, lanjut dia, Pemprov Jateng telah mengambil langkah cepat dan tegas terhadap isu aktivitas penambangan di kawasan lereng Gunung Slamet. Selain menghentikan sementara operasional tambang, pemprov juga melakukan pengawasan dan penegakan aturan sesuai kewenangan.

“Saya setuju (ditutup), kalau ada tambang-tambang yang memang membahayakan. Segera kita datangkan tim ke sana agar aktivitasnya paling tidak berhenti dulu” tegas Gus Yasin.

Sebagai informasi, dalam acara Gubernur Menyapa bertema Perempuan Berdaya Indonesia Berdaya itu, perwakilan dari Masyarakat Sumbang, Rasiwen, mengungkapkan kegelisahannya karena wilayahnya sering terjadi banjir lumpur.

“Ikan-ikan di kolam pada mati semua karena keracunan lumpur pekat. Kami menduga ini akibat adanya penambahan aktivitas pasir di Dusun Blembeng, Gandatapa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Raras menjelaskan, posisi geografis Kecamatan Sumbang yang berada tepat di lereng gunung membuat warga sangat rentan terhadap bencana yang lebih besar. Aktivitas tambang di wilayah hulu dinilai menjadi bom waktu yang bisa memicu banjir bandang dan tanah longsor.

“Mohon kepada Bapak, jangan buat kami resah terus. Kalau wilayah utara sudah mendung, kami sudah tidak tenang. Waduh, jangan-jangan nanti ada banjir bandang atau tanah longsor lagi karena kami berada pas di lereng gunungnya,” curhat Raras.

Ia memohon agar pemerintah mengambil langkah konkret berupa pencabutan izin tambang demi keselamatan warga.

“Permohonan kami satu, hendaknya izin untuk penambangan pasir yang berada di Dusun Blembeng segera dicabut demi ketenangan kami semua,” pungkasnya.*

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Jateng Siapkan Mangrove sebagai Benteng Pantura Sebelum Giant Sea Wall

8 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jateng Siapkan Mangrove sebagai Benteng Pantura Sebelum Giant Sea Wall

Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Edi Winarko Jadi Aswas

8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Edi Winarko Jadi Aswas

Nawal Yasin Dorong Posyandu Jateng Jadi Pusat Layanan Berbagai Persoalan Warga

7 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Nawal Yasin Dorong Posyandu Jateng Jadi Pusat Layanan Berbagai Persoalan Warga

Gouw Ivan Siswanto Terpilih Aklamasi, INTI Jateng Masuki Babak Baru

7 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Gouw Ivan Siswanto Terpilih Aklamasi, INTI Jateng Masuki Babak Baru

Air Tanah Asin, Pemprov Jateng Gandeng Undip Atasi Kekeringan Pati

6 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Air Tanah Asin, Pemprov Jateng Gandeng Undip Atasi Kekeringan Pati

PKK Jateng Salurkan Air Bersih, Nawal Yasin Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

PKK Jateng Salurkan Air Bersih, Nawal Yasin Dorong Penguatan Mitigasi Bencana
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar