UNGARAN – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Semangat itu terlihat nyata dalam acara “Santunan Yatim Piatu & Dhuafa’ serta Buka Puasa” yang digelar RW 08 Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (28/2/2026) sore.
Kegiatan yang mengusung tema “Ramadhan Peduli Berbagi Berkah Raih Insan Bertaqwa” ini berlangsung di Masjid Baiturrahman RT 01 RW 08 Sitangkil, Susukan. Dimulai pukul 15.30 WIB hingga waktu berbuka puasa, acara ini dihadiri sekitar 150 orang dari berbagai elemen masyarakat.
Sinergi Wujudkan Kepedulian

Hadir dalam acara tersebut Lurah Susukan, Suhartono, SE, Ketua RW 08 sekaligus penceramah, Abdussalam Tri Murdopo, S.Ag, Ketua Takmir Masjid Baiturrahman yang juga Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Mahfudz Novani, S.M., serta Babinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama dan masyarakat, takmir masjid dan mushola se-RW 08, Ketua RT beserta anggota, ibu-ibu Dharma Wanita RW 08, dan tentunya anak-anak yatim piatu serta dhuafa yang menjadi sasaran utama santunan.
Ketua RW 08, Abdussalam Tri Murdopo, S.Ag, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial yang harus terus dipupuk.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Santunan kepada anak yatim dan dhuafa ini adalah wujud syukur kita kepada Allah sekaligus pengingat bahwa di sekitar kita masih ada saudara yang membutuhkan uluran tangan,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi baik ini agar terus berlanjut.
“Kegiatan ini perlu kita jaga dan lestarikan, apalagi di momentum bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah bagi kita semua,” tambahnya.
Apresiasi dari Anggota DPRD

Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Mahfudz Novani, S.M., yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Semarang, mengapresiasi inisiatif warga RW 08 yang terus konsisten menggelar kegiatan sosial setiap Ramadhan.
“Kegiatan seperti ini luar biasa. Saya sebagai bagian dari masyarakat RW 08 sangat mengapresiasi kepedulian warga yang selalu kompak menyelenggarakan santunan dan buka bersama setiap tahunnya. Ini bukan hanya soal berbagi materi, tapi juga membangun kebersamaan dan silaturahmi yang kuat antarwarga,” tuturnya.

Mahfudz berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan lain.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan RW 08 bisa menjadi contoh bahwa kebersamaan dan kepedulian itu indah. Ke depan, kita ingin melibatkan lebih banyak pihak, termasuk generasi muda, agar mereka juga merasakan hangatnya berbagi di bulan suci,” imbuhnya.
Sasaran Santunan, Anak Yatim dan Dhuafa
Puluhan anak yatim piatu dan dhuafa di lingkungan RW 08 menjadi penerima santunan kali ini. Mereka dipilih karena merupakan kelompok yang sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian, terutama di bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Proses pengumpulan dana dilakukan melalui pembuatan proposal yang disebarkan kepada para donatur, termasuk para agniya’ (orang-orang mampu) di lingkungan sekitar. Khusus untuk menu makan buka bersama, panitia mendapatkan dukungan dari Tahu Bakso Ibu Pudji Ungaran dan sejumlah donatur lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya.
Suasana haru terlihat saat anak-anak menerima santunan dengan wajah ceria. Beberapa di antaranya tampak tersipu malu, namun senyum bahagia tak bisa disembunyikan.
Acara semakin semarak dengan penampilan rebana dari kelompok Assalafi Masjid Baiturrahman yang membawakan shalawat dan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Lantunan rebana yang merdu menambah kekhidmatan suasana sore itu.
Meski berjalan lancar, Abdussalam mengakui ada tantangan dalam penyelenggaraan, yakni minimnya keterlibatan generasi muda dalam event-event sosial seperti ini.
“Tantangan terbesar kami memang mengajak generasi muda untuk terlibat aktif. Mereka kadang merasa kegiatan seperti ini kurang menarik. Solusinya, kami coba libatkan mereka dalam kepanitiaan dan memberikan peran yang membuat mereka merasa memiliki acara ini. Alhamdulillah, mulai ada peningkatan,” terangnya.
Ke depan, Abdussalam berencana terus melibatkan seluruh warga RW 08, termasuk pemuda-pemudi, agar kegiatan ini benar-benar menjadi sarana silaturahmi yang ideal bagi seluruh elemen masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan
Kegiatan santunan dan buka bersama ini direncanakan akan terus digelar secara rutin setiap tahun di bulan suci Ramadhan. Panitia berharap ke depannya program ini bisa dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak warga dan memperluas jangkauan manfaat.
Lurah Susukan, Suhartono, SE, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif ini.
“Saya sangat mengapresiasi kekompakan warga RW 08. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi berkah bagi kita semua, terutama bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang kita cintai,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan buka puasa yang diikuti seluruh tamu undangan dengan penuh keakraban. Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa, membuktikan bahwa semangat berbagi di bulan Ramadhan mampu menyatukan semua lapisan masyarakat.
Catatan Redaksi
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang seringkali membuat orang sibuk dengan urusan masing-masing, kegiatan sederhana seperti santunan dan buka bersama di RW 08 Susukan ini menjadi oase yang menyegarkan. Bukan soal besar kecilnya nilai santunan, tapi lebih pada hadirnya kepedulian dan kebersamaan yang tulus.
Anak-anak yatim dan dhuafa yang menjadi sasaran utama mungkin tidak akan mengingat berapa nominal uang yang mereka terima. Tapi mereka akan mengingat bahwa ada orang-orang baik yang peduli, bahwa mereka tidak sendiri, dan bahwa bulan Ramadhan selalu membawa kehangatan.
Yang menarik, tantangan keterlibatan generasi muda menjadi catatan penting. Ini bukan hanya tugas panitia, tapi tanggung jawab kita bersama untuk menularkan virus kebaikan kepada mereka. Karena regenerasi kepedulian adalah kunci agar tradisi baik ini tidak berhenti di satu generasi.
Semoga semangat RW 08 Susukan ini menginspirasi lingkungan lain. Karena pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang berbagi, peduli, dan menyatu dengan sesama. Menyatu dengan hidup, menyatu dengan rasa, menyatu dengan Tuhan, seperti falsafah Nyawijie yang selalu mengingatkan bahwa di balik setiap kebersamaan, ada berkah yang tak terlihat.
Selamat menjalankan ibadah puasa. Mari terus tebar kebaikan, karena sekecil apa pun yang kita beri, jika dilandasi keikhlasan, akan kembali pada diri kita sendiri dalam bentuk kebahagiaan yang tak ternilai.



