Kamis, 25 Juni 2026
30.6 C
Semarang

Siswa SMAN 1 Semarang Belajar Langsung di Bulog, Pahami Stok dan Distribusi Beras Nasional

Berita Terkait


Semarang
 – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah terus memperkuat edukasi ketahanan pangan kepada generasi muda melalui program eduwisata. Kali ini, sebanyak 38 siswa SMAN 1 Semarang mengikuti kunjungan edukatif ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal dan Kompleks Pergudangan Palebon Semarang, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pelajar untuk memahami rantai pasok pangan, mulai dari penyerapan gabah kering panen, proses penggilingan, pengemasan, hingga distribusi dan penyimpanan beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, menjelaskan bahwa program eduwisata ini merupakan inisiatif kantor pusat Bulog yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah mendekatkan kegiatan Bulog dalam pelaksanaan program serapan gabah dan beras untuk mendukung ketahanan pangan nasional kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Menurut Sri Muniati, pelibatan pelajar menjadi penting karena generasi muda dinilai rentan terhadap disinformasi. Melalui kegiatan ini, Bulog ingin memberikan pemahaman yang benar mengenai kondisi ketahanan pangan nasional sekaligus mengenalkan peran lembaga dalam menjaga ketersediaan pangan.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka wawasan siswa untuk melanjutkan pendidikan di bidang pangan, agribisnis, maupun manajemen logistik.

“Kami berharap program ini bisa terus dikembangkan karena memberikan gambaran lengkap kepada siswa tentang industri pangan, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi dan penyimpanan,” jelasnya.

Selain di SPP Kendal dan Gudang Palebon, kegiatan serupa juga rutin dilakukan di Gudang Bulog Tambakaji Semarang yang menjadi lokasi praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Sri Muniati juga menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman, dengan total sekitar 5 juta ton. Sementara itu, stok beras di Jawa Tengah tercatat sekitar 355 ribu ton.

“Ini kabar baik yang perlu diketahui masyarakat, bahwa stok beras kita sangat memadai, termasuk di Jawa Tengah,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Pati, Blora, Jepara, Grobogan, serta wilayah Pantura seperti Tegal, Pemalang, Batang, dan Brebes masih menjadi sentra produksi gabah. Kondisi cuaca kemarau justru membuat kadar air gabah lebih rendah sehingga mempermudah proses pengolahan dan meningkatkan kualitas beras.

Meski demikian, Bulog tetap fokus menyerap gabah petani dari berbagai kondisi sebagai upaya menjaga ketersediaan stok beras pemerintah.

Salah satu siswa, Jesika, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Melalui kegiatan ini, saya jadi tahu bahwa stok beras di Bulog sangat melimpah dan kualitasnya baik untuk masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Eloi Sinatra. “Wisata edukasi ini membuka wawasan saya bahwa Bulog benar-benar berperan dalam menjaga swasembada padi dan ketahanan pangan Indonesia,” pungkasnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru