Menu ✖

Mode Gelap

Ahmad Luthfi dan Aktivis Prancis Satukan Aksi Selamatkan Sungai Jateng

4 Mei 2026 · 15:19 WIB ·


					Ahmad Luthfi dan Aktivis Prancis Satukan Aksi Selamatkan Sungai Jateng Perbesar


SEMARANG
 – Tiga aktivis lingkungan asal Prancis, Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib, menemui Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk mengampanyekan gerakan bersih-bersih sampah sungai melalui aksi lari lintas daerah bertajuk “Run for Rivers”.

Tiga bersaudara tersebut mengaku tertarik dengan penanganan pengelolaan sampah di Jawa Tengah. Salah satunya yang dilakukan di Banyumas, di mana berhasil bertransformasi menjadi model zero waste to landfill terbaik di Indonesia, bahkan menjadi rujukan di Indonesia.

Mereka mengajak kolaborasi pemerintah daerah guna memperluas dampak gerakan penyelamatan sungai di Jawa Tengah.

Gayung bersambut, ajakan tersebut mendapat dukungan penuh Gubernur Ahmad Luthfi. Ia berkomitmen terkait penanganan sampah dan siap berkolaborasi dengan Sungai Watch yang dimotori Gary cs. Bahkan, Gubernur siap memfasilitasi kantor jika organisasi lingkungan asal Bali itu memperluas operasinya ke Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan tim Sungai Watch di kantornya, Senin (4/5/2026). Ia menegaskan, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di aliran sungai.

“Saya akan mendukung kegiatan ini, kalau perlu ngantor di tempat saya. Nanti saya siapkan tempat untuk membantu kita membersihkan sampah dan menghijaukan sungai,” ujar Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah dengan Wagub Taj Yasin.

Sungai Watch merupakan gerakan lingkungan yang digagas tiga bersaudara asal Prancis, Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib, yang telah lama bermukim di Bali. Mereka menjalankan kampanye bertajuk “Run for Rivers” dengan menempuh jarak 1.200 kilometer dari Bali hingga Jakarta.

Aksi tersebut tidak sekadar lari jarak jauh, tetapi juga bertujuan memetakan kondisi sungai di sepanjang rute perjalanan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah bagi ekosistem.

Luthfi menilai misi Sungai Watch sejalan dengan agenda pemerintah dalam menekan volume sampah dan memperkuat program penghijauan, termasuk penanaman mangrove di wilayah pesisir.

“Ini selaras dengan kebijakan zero sampah dan program penghijauan kita, termasuk penanaman satu juta mangrove di Pantura,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, timbunan sampah di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 6,3 juta ton per hari dengan tren peningkatan 8-11 persen. Untuk itu, Pemprov Jateng telah mengembangkan berbagai strategi, mulai dari edukasi pemilahan sampah dari rumah hingga penguatan infrastruktur pengolahan.

Beberapa di antaranya meliputi konsep aglomerasi pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya. Selain itu, penerapan teknologi refuse-derived fuel (RDF) seperti di Banyumas kini telah direplikasi di 13 daerah, serta pengembangan pengolahan sampah regional di Soloraya dan Magelang Raya.

“Semua konsep sudah ada, tinggal pelaksanaan yang harus kita percepat,” tegasnya.

Gary, Sam, dan Kelly, menyambut positif dukungan tersebut. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah strategis untuk pengembangan gerakan mereka ke depan. Terlebih ketiganya mendengar kalau Gubernur Ahmad Luthfi mempunyai program Mageri Segoro.

“Belum ada operasi di Jawa Tengah. Kalau bisa berkolaborasi, ini akan luar biasa. Kami juga mengundang Pak Gubernur untuk ikut berlari bersama,” ujarnya.

Saat ini, tim “Run for Rivers” telah memasuki wilayah ke-14 dan berada di Kabupaten Kendal dalam perjalanan menuju Jakarta. Selama melintasi Jawa Tengah, mereka telah melakukan aksi bersih sungai di sejumlah daerah, seperti Blora, Grobogan, Demak, dan Kota Semarang.

Kampanye ini dijadwalkan berakhir pada 24 Mei 2026, sekaligus menjadi dasar penentuan lokasi ekspansi Sungai Watch berikutnya.

“Setiap hari tim kami turun memetakan sungai yang membutuhkan bantuan. Dari Bali sampai Jakarta, kami cari lokasi prioritas. Jawa Tengah pasti masuk rencana pembukaan cabang,” ungkap Sam.***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Sepuluh Atlet Disabilitas Jateng Siap Berjuang Raih Emas Pesonas 2026

12 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Sepuluh Atlet Disabilitas Jateng Siap Berjuang Raih Emas Pesonas 2026

Kajati Jateng Teguh Subroto yang Juga Deputy CdM Kontingen Indonesia Siap Dampingi Atlet di Asian Para Games 2026

11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Kajati Jateng Teguh Subroto yang Juga Deputy CdM Kontingen Indonesia Siap Dampingi Atlet di Asian Para Games 2026

Gubernur Cup Hard Enduro Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Kendal

11 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Gubernur Cup Hard Enduro Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Kendal

824 Peserta Meriahkan Pembukaan Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah

10 Oktober 2026 - 18:51 WIB

824 Peserta Meriahkan Pembukaan Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

10 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

PLN Journalist Awards 2026 Dibuka, Jurnalis Berebut Posisi di Indonesia Top 81

10 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica dengan kapasitas 180 megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. PLTA yang berdiri sejak tahun 1988 ini menjadi salah satu pembangkit hijau penopang sistem kelistrikan Jawa dan Bali.
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar