Kamis, 24 September 2026
27 C
Semarang

Jateng Bersholawat, Syukuri Prestasi Kafilah dan Sukses MTQ Nasional XXXI

Berita Terkait

SEMARANG – Gemuruh selawat ribuan jamaah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, menjadi penanda syukur Jawa Tengah atas suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI 2026, Rabu malam (23/9/2026).

Dalam malam tasyakuran bertajuk “Jateng Bersholawat”, capaian prestasi kafilah Jateng turut dirayakan. Dari peringkat ke-16 pada MTQ sebelumnya, Jateng menjadi runner-up nasional dengan raihan 208 poin.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menyukseskan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan alim ulama, masyarakat, pemerintah, hingga unsur TNI-Polri.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-31 telah berlangsung sukses,” kata Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bersama wagub Taj Yasin.

Diungkapkan, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi bagian dari sejarah yang dapat disaksikan dan dirasakan bersama oleh masyarakat.

“Kita semuanya menjadi saksi sejarah. Termasuk saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Lompatan prestasi kafilah Jawa Tengah menjadi salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Sebagai bentuk apresiasi, para kafilah Jateng yang meraih juara diberi bisyarah total Rp 282 juta.

Penyerahan bisyarah diberikan Ahmad Luthfi berserta Wakil Gubernur sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng, Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah Sumarno.

Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama Jawa Tengah di tingkat nasional.

“Terima kasih sekali lagi kepada bapak dan adik-adik sekalian yang telah membawa prestasi Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, keberhasilan MTQ Nasional XXXI tidak hanya diukur dari prestasi kafilah. Perhelatan tersebut juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Taj Yasin mengatakan, MTQ Nasional XXXI menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat toleransi. Perhelatan tersebut juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya.

“Catatan penting adalah perhelatan MTQ ini juga memberikan dampak toleransi yang luar biasa. Bukan hanya umat Muslim saja yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat Jawa Tengah. Dampaknya luar biasa, dari segi ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Tercatat lebih dari 250 ribu pengunjung datang selama rangkaian MTQ Nasional XXXI. Kehadiran mereka turut menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari kuliner, oleh-oleh, perdagangan, transportasi hingga pariwisata.

Berdasarkan data yang disampaikan Taj Yasin, aktivitas selama penyelenggaraan MTQ menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp 1,3 triliun.

“BPS mengatakan, ada Rp 1,3 triliun selama perhelatan MTQ ini berjalan. Kalau Bu Agustin (Wali Kota Semarang) tadi bilang, kalau bisa MTQ-nya setiap hari. Jadi oleh-olehnya jalan, makanan minuman jalan. Ini luar biasa,” katanya.

Dampak ekonomi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian MTQ berakhir. Taj Yasin berharap, para peserta dan tamu yang telah datang dapat kembali mengunjungi Jawa Tengah untuk berwisata dan menikmati berbagai destinasi.

“Harapannya, mereka sering kembali ke Jawa Tengah, berwisata di Jawa Tengah, menikmati kota-kota yang ada di Jawa Tengah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut terbantu,” ujarnya.

Di sisi lain, LPTQ Jawa Tengah memastikan keberhasilan di MTQ Nasional XXXI menjadi pijakan untuk pembinaan kafilah secara berkelanjutan.

Taj Yasin mengatakan, pembinaan akan kembali dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi Jateng pada MTQ berikutnya.

“Doakan para kafilah kami, ke depan MTQ kita semakin baik, semakin solid, dan kompak. Nanti ada pembinaan-pembinaan dimulai dari tingkat kabupaten/kota, sehingga biar tambah mantap,” katanya.

MTQ Nasional XXXI meninggalkan catatan ganda bagi Jawa Tengah. Prestasi kafilah melonjak ke posisi runner-up nasional, sementara perhelatan yang digelar di Semarang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat hingga Rp 1,3 triliun.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru