Kamis, 14 Mei 2026
30.3 C
Semarang

Pemprov Jateng Siapkan Bantuan untuk Tiga Kelas Roboh di Sragen

Berita Terkait


SRAGEN
 – Puing-puing reruntuhan atap masih berserakan di ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sragen, saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi sekolah tersebut pada Kamis ,14 Mei 2026.

Pecahan genteng menutupi lantai kelas. Rangka kayu atap tampak roboh. Sementara kaca-kaca jendela pecah akibat tertimpa material bangunan.

Garis polisi masih melintang di tiga ruang kelas yang terdampak ambruknya atap sekolah itu, Selasa (12/5/2026). Saat siswa sedang belajar di kelas.

Di sela peninjauan, wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini terlihat menyusuri ruang kelas yang rusak sambil mendengarkan penjelasan dari pihak sekolah dan tim teknis.

Ia memastikan pemerintah tidak ingin proses belajar mengajar siswa terhenti terlalu lama akibat kejadian tersebut.

“Hari ini saya asesmen apa saja yang dibutuhkan. Tadi salah satunya meja untuk belajar. Insyaallah dari Dinas Pendidikan tinggal administrasi, langsung kita kirim saja. Pembelajaran kan tidak boleh berhenti,” kata Gus Yasin, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Pemprov Jawa Tengah, lanjutnya, menargetkan perbaikan atap bisa segera dilakukan agar aktivitas belajar kembali normal dalam waktu dekat. Tidak hanya ruang yang ambruk, tiga kelas yang berada dalam satu rangkaian bangunan juga akan diperbaiki sekaligus.

“Yang ambruk memang satu, tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan Rp50 juta, nanti kebutuhannya tinggal dikoordinasikan saja. Tidak usah berbelit-belit,” ujarnya.

Gus Yasin menilai insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya pengecekan berkala terhadap bangunan sekolah. Terutama pada struktur atap dan material kayu penyangga yang rawan lapuk akibat usia maupun serangan rayap.

“Tadi kita lihat ternyata banyak kayu yang sudah kena rayap. Ini memang perlu perhatian serius. Yang paling utama sebenarnya controlling dari pihak sekolah supaya kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah insiden terjadi. Prioritas utama, kata dia, adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.

“Biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Sragen,” kata Sigit.

Selain itu, Pemkab Sragen juga berkoordinasi dengan Muhammadiyah, Kementerian Agama, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait percepatan pembangunan kembali ruang kelas yang rusak.

“Tadi kami sudah berdiskusi dengan Pak Wagub mengenai pembagian porsi bantuan supaya pembangunan bisa segera dilakukan dan ruang kelas cepat dipakai kembali,” ujarnya.

Menurut Sigit, renovasi nantinya tidak hanya dilakukan pada satu ruang kelas yang roboh, melainkan tiga ruang kelas dalam satu bangunan sekaligus agar lebih aman digunakan.

Pemkab Sragen juga akan membantu pemenuhan kebutuhan mebel dan perlengkapan belajar yang rusak akibat insiden tersebut.

Lebih jauh, Sigit menilai banyak sekolah dengan kondisi bangunan rusak yang perlu segera dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kalau dilihat secara umum, sekolah rusak dan tidak layak itu sebenarnya cukup banyak di berbagai tempat. Ini akan menjadi evaluasi untuk diprioritaskan penanganannya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim teknis, bangunan sekolah sebenarnya masih terlihat cukup baik dari luar. Namun, struktur atap dinilai sudah tidak layak karena faktor usia.

“Jadi yang harus dicek itu kondisi existing bangunannya, sejauh mana masih layak atau tidak. Dari sisi dinding sebenarnya masih bagus, hanya struktur atapnya yang sudah tidak layak,” ujar Sigit.

Ia memperkirakan kebutuhan renovasi tiga ruang kelas mencapai ratusan juta rupiah dan saat ini masih dalam tahap penghitungan detail.

Sebelumnya, atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Akibat kejadian itu, tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Kegiatan belajar mengajar sempat dihentikan sementara dan direncanakan kembali berlangsung pekan depan. Selama proses renovasi berlangsung, para siswa akan menjalani kegiatan belajar di tempat ibadah.*

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru