Rabu, 6 Mei 2026
30.4 C
Semarang

Hanyut di Sungai Lusi Grobogan, Pemuda 24 Tahun Ditemukan Meninggal

Korban Hanyut Saat Berburu Biawak Bersama Lima Rekan

Berita Terkait

GROBOGAN, PortalJateng.id – Yusuf Afandi (24), warga Godong Grobogan, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di Sungai Lusi, Selasa (5/5/2026) siang. Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Senin (4/5/2026) saat berburu biawak bersama lima rekannya.

Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 13.30 WIB. Lokasi penemuan berjarak 3 kilometer dari titik awal kejadian.

“Tim telah berhasil menemukan saudara AF dalam kondisi meninggal dunia saat melakukan penyisiran,” ungkap Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang.

Kronologi Hanyutnya Korban

Kejadian bermula pada Senin (4/5/2026) siang, sekitar pukul 13.30 WIB. Korban bersama lima rekannya sedang berburu biawak di Sungai Lusi.

Sungai tersebut berada di Dusun Brakas, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan.

Korban memutuskan untuk menyeberang ke seberang sungai dengan cara berenang. Lebar sungai sekitar 20 meter.

Namun, korban diduga tidak begitu mahir berenang. Arus sungai juga cukup deras.

Akibatnya, korban kelelahan saat mencapai tengah sungai. Ia pun hanyut terbawa arus.

Pencarian dan Penemuan Korban

Mengetahui AF hanyut, rekan-rekannya langsung melaporkan kejadian ke perangkat desa. Laporan kemudian diteruskan ke Basarnas Pos SAR Jepara.

“Kami menerima info adanya orang hanyut di Sungai Lusi. Kami langsung mengirim satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono.

Tim SAR melakukan penyisiran di pinggir sungai. Mereka juga menggunakan perahu karet menyusuri sungai hingga sejauh 3 kilometer.

Namun, hari pertama pencarian belum membuahkan hasil.

“Air sungai yang cukup keruh dan aliran masih deras cukup menyulitkan tim dalam melakukan pencarian,” tambah Budiono.

Pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Selasa (5/5/2026). Cuaca cukup cerah sehingga tim optimistis.

“Pukul 13.30 WIB tadi tim telah berhasil menemukan saudara AF dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Budiono.

“Saat penyisiran tim melihat benda hitam di bawah permukaan air di pinggiran sungai. Setelah dicek, ternyata korban yang sedang dicari,” imbuhnya.

Evakuasi dan Imbauan

Tim segera melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Godong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Terima kasih atas kerja sama seluruh unsur tim SAR gabungan. sehingga korban bisa cepat ditemukan,” pungkas Budiono.

Ia juga menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati bila beraktivitas di sungai.

Sungai yang mengalir deras menyimpan keindahan sekaligus bahaya. Setiap langkah mendekatinya harus diiringi kewaspadaan. Karena alam tak kenal kompromi. Ia hanya memberi kesempatan bagi yang siap dan waspada. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk tidak meremehkan bahaya di sekitar.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru