SEMARANG — Penyakit jantung masih menjadi ancaman serius, termasuk bagi generasi muda. Namun, deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan kepatuhan menjalani pengobatan disebut menjadi kunci utama agar penyakit tidak berkembang semakin parah.
Hal itu disampaikan Consultant Cardiologist Rumah Sakit Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL), Dr. Wan Faizal Wan Rahimi Shah, di sela seminar kesehatan jantung bertajuk “Kenali Kesehatan Jantung Anda” di Ibis Styles Semarang Simpang Lima, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung bukan hanya soal obat, tetapi juga kesadaran pasien untuk menjalani pola hidup sehat dan mengikuti anjuran dokter.
“Kadang-kadang bukan sekadar obat saja. Mungkin gaya hidup, mungkin nasihat untuk berhenti merokok. Jadi dokter juga perlu menerangkan bagaimana cara menghilangkan atau mengendalikan penyakit itu,” ujarnya.
Ia menegaskan, anak muda tidak perlu takut ketika terdeteksi memiliki gangguan jantung. Justru tindakan awal menjadi langkah penting agar kondisi tidak semakin berat di kemudian hari.
“Kalau tidak ada tindakan awal, pastinya penyakit itu akan menjadi lebih parah. Untuk anak-anak muda tidak perlu risau, tidak perlu takut. Semua itu untuk kesehatan mereka sendiri,” katanya.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, hingga mengontrol kadar gula dan kolesterol. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan obat untuk menekan risiko penyakit jantung berkembang lebih jauh.
Dr. Wan Faizal menjelaskan, pasien tetap memiliki pilihan dalam menentukan metode perawatan. Namun, pemantauan berkala tetap diperlukan agar kondisi kesehatan terus terkontrol.
“Pasien akan memilih sendiri perawatan apa yang bagus untuk dia, tapi kita akan follow up untuk memastikan kita maksimumkan cara rawatan itu,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, pasien asal Indonesia yang berobat ke CVSKL jumlahnya cukup besar. Bahkan sekitar 40 persen pasien yang ditanganinya berasal dari Indonesia, dengan rentang usia mulai 30 tahun hingga lebih dari 80 tahun.
Untuk tingkat keberhasilan penanganan, ia menyebut hasilnya cukup baik, terutama jika penyempitan pembuluh darah masih dalam tahap ringan hingga sedang. Penanganan dilakukan dengan pemantauan rutin dan penyesuaian obat sesuai kebutuhan pasien, termasuk mempertimbangkan ketersediaan serta harga obat di Indonesia.
“Kita akan sesuaikan obat, barangkali ada yang lebih cocok atau lebih murah di Indonesia. Yang penting obatnya cocok dan pasien bisa menjalani pengobatan dengan baik,” tuturnya.
Frekuensi kontrol pasien pun berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan penyakit. Ada yang cukup kontrol tahunan, namun ada juga yang harus menjalani pemeriksaan setiap tiga bulan sekali.
Menurutnya, keunggulan CVSKL terletak pada pelayanan tenaga medis, dukungan teknologi jantung yang modern dan mutakhir, serta lokasi rumah sakit yang dekat dengan bandara sehingga memudahkan pasien internasional, termasuk dari Indonesia.



