Sabtu, 23 Mei 2026
26.8 C
Semarang

Jasa Marga Terima Apresiasi Polri Berkat Integrasi Data di Tengah Mobilitas Massal

JMTC dan Travoy Jadi Pusat Kendali, Wakapolri: "Mobilitas Rakyat Fondasi Pertumbuhan"

Berita Terkait

JAKARTA, PortalJateng.id – Di balik kelancaran pergerakan ratusan juta perjalanan masyarakat selama Natal–Tahun Baru 2025/2026 dan Operasi Ketupat 2026, ada sistem yang tak terlihat oleh mata. Sistem itu bekerja di balik layar, namun terasa dampaknya di setiap kilometer.

Sistem tersebut adalah integrasi data, kecerdasan operasional, dan sinergi antarlembaga. Ketiganya telah mengubah cara Indonesia mengelola mobilitas massal.

Atas kontribusi strategis ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menerima apresiasi dari Kepolisian Republik Indonesia. Penghargaan diberikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas 2026 di Jakarta, Jumat (22/5).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo kepada Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.

Penghargaan ini menandai pergeseran paradigma dalam tata kelola infrastruktur transportasi nasional. Dari manajemen reaktif berbasis pengalaman, menuju pendekatan presisi yang digerakkan oleh data waktu nyata.

JMTC dan Travoy: Pusat Kendali Operasional

Keduanya berfungsi sebagai pusat kendali. JMTC dan Travoy memantau kepadatan, memprediksi titik kemacetan, dan mengoordinasikan rekayasa lalu lintas secara dinamis.

Koordinasi dilakukan bersama Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian PUPR.

Rakernis dengan Tema Digitalisasi

Rakernis mengusung tema “Digitalisasi Layanan Polisi Lalu Lintas Guna Mendukung Transformasi Polri Presisi Dalam Rangka Terwujudnya Asta Cita” .

Forum ini menjadi wadah konvergensi kebijakan lintas sektor. Acara disaksikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pimpinan DPR RI, serta jajaran direksi BUMN transportasi dan logistik.

Forum ini juga mencatat peluncuran SIM Digital dan ETLE Drone. Kedua inovasi ini menegaskan komitmen negara untuk mempercepat layanan publik berbasis teknologi.

Wakapolri: Mobilitas Rakyat Fondasi Pertumbuhan

Wakapolri dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi.

“Keberhasilan Operasi Ketupat dan Nataru membuktikan bahwa ketika institusi berhenti bekerja sendiri-sendiri dan mulai berbagi data secara transparan, mobilitas rakyat tidak lagi menjadi beban. Melainkan fondasi pertumbuhan,” tegas Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Rivan: Teknologi Penguat Keputusan

Menanggapi apresiasi tersebut, Rivan A. Purwantono menekankan bahwa teknologi bukanlah pengganti manusia. Teknologi adalah penguat keputusan.

“Aplikasi Travoy dan JMTC tidak sekadar menampilkan peta lalu lintas. Ia memberikan kami kemampuan untuk mengambil keputusan rekayasa dalam hitungan menit, bukan jam,” ujar Rivan.

“Setiap informasi yang tersebar ke pengguna jalan, setiap pengalihan arus yang dilakukan, didasarkan pada pola data yang terus diperbarui. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang lebih manusiawi: cepat, tepat, dan mencegah sebelum masalah terjadi,” papar Rivan.

Masa Depan: Ekosistem Transportasi Cerdas

Ke depan, Jasa Marga tidak berhenti pada otomasi. Perusahaan tengah menguji perluasan ekosistem transportasi cerdas.

Ekosistem ini mengintegrasikan manajemen tol, logistik multimoda, dan prediksi cuaca ke dalam satu dashboard nasional.

Kolaborasi dengan Polri, kementerian teknis, dan pemerintah daerah akan diperdalam. Tujuannya, menjadi model tata kelola yang adaptif, tahan guncangan, dan berorientasi pada keselamatan pengguna.

“Infrastruktur yang baik bukan hanya yang kokoh secara fisik, tetapi yang cerdas secara sistem. Kami berkomitmen agar setiap kilometer jalan tol tidak hanya menghubungkan kota. Tetapi juga menghubungkan masa depan Indonesia yang lebih teratur, aman, dan berkelanjutan,” tutup Rivan

Di balik setiap perjalanan lancar yang kita rasakan saat mudik atau liburan, ada denyut data yang tak pernah berhenti. Ribuan titik dipantau, ratusan keputusan diambil dalam hitungan menit, dan puluhan institusi saling bertukar informasi.

Jasa Marga dan Polri membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor, didukung teknologi dan integrasi data, mampu mengubah mobilitas massal dari potensi bencana menjadi fondasi pertumbuhan.

Penghargaan ini bukan sekadar piagam. Ia adalah pengakuan bahwa Indonesia mulai meninggalkan cara-cara lama yang reaktif dan spontan. Kini, kita bergerak dengan data, presisi, dan sinergi.

Semoga ekosistem transportasi cerdas ini terus berkembang. Semoga perjalanan mudik berikutnya semakin aman dan nyaman. Karena di setiap kilometer yang kita lalui, ada sistem yang bekerja diam-diam untuk melindungi kita semua.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru