Kamis, 18 Juni 2026
27.8 C
Semarang

Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Buka Jalan Baru bagi Kreator Indonesia untuk Raup Peluang Ekonomi Digital

Berita Terkait

JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe berkolaborasi menghadirkan program pemberdayaan kreator berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) guna membantu masyarakat Indonesia mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi nyata.

Kolaborasi yang diumumkan di Jakarta, Selasa (17/6/2026), menggabungkan jangkauan nasional Indosat, teknologi kreatif dan AI dari Adobe, serta dukungan ekosistem ekonomi kreatif dari Kemenekraf. Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan generasi muda dan para kreator agar mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi di era digital.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat. Karena itu, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

“Kemitraan ini menjadi contoh penting bagaimana pemerintah dan industri dapat berkolaborasi untuk membekali generasi muda dengan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Program tersebut hadir di tengah meningkatnya konektivitas digital masyarakat Indonesia. Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, akses dan keterampilan digital masyarakat terus meningkat. Namun, tantangan berikutnya adalah mengubah kemampuan tersebut menjadi peluang yang dapat menghasilkan nilai tambah, baik melalui pembuatan konten, pengembangan usaha, maupun penciptaan lapangan kerja baru.

President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menilai Indonesia memiliki talenta kreatif yang besar. Menurutnya, yang dibutuhkan generasi muda saat ini adalah akses terhadap perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mengembangkan ide mereka.

“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” kata Vikram.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Indosat akan memberikan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan kepada seluruh pelanggannya. Selain itu, pelanggan juga akan memperoleh akses ke materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

President of Creativity & Productivity Business Adobe David Wadhwani mengatakan Indonesia memiliki komunitas kreatif yang sangat potensial. Adobe ingin membantu para kreator mengubah ide menjadi peluang melalui akses yang lebih luas terhadap perangkat kreatif, pelatihan, dan jalur monetisasi.

“Adobe Express akan hadir untuk lebih banyak pengguna di Indonesia, lengkap dengan kurikulum pembelajaran dan kesempatan memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,” ujarnya.

Indonesia juga dipilih sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Program ini memungkinkan kreator memperoleh penghasilan dari template desain yang dibuat dan dipublikasikan melalui platform tersebut.

Peserta terpilih nantinya berkesempatan menampilkan karya mereka dalam IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia. Kesempatan ini diharapkan membuka akses yang lebih luas kepada jaringan industri, calon mitra, serta peluang pasar baru.

Kolaborasi ini juga akan diperkuat melalui platform Generasi Terkoneksi (GENSi) milik Indosat yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda. Setelah menjangkau lebih dari 10.000 peserta melalui berbagai program literasi digital dan pembelajaran kreatif, GENSi menargetkan menjangkau 15.000 anak muda di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, Kemenekraf akan memperluas implementasi program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital dan AI, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.

Melalui sinergi antara ECHOES dan GENSi, peserta akan memperoleh akses terhadap perangkat kreatif Adobe, pelatihan digital, serta peluang pengembangan keterampilan di bidang storytelling digital, desain, komunikasi visual, dan pembuatan konten.

Ketiga pihak berharap kolaborasi ini dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia bergerak dari tahap belajar menjadi berkarya, lalu mengembangkan karya tersebut menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi, platform, dan pelatihan yang tepat, kreativitas diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru